Tuesday, November 5, 2019

Aku Menyemburkan Cairan Semenku ke dalam Mulut Devita Si Cewek Nakal - LapetBecek

Aku Menyemburkan Cairan Semenku ke dalam Mulut Devita Si Cewek Nakal - LapetBecek


Perkenalkan namaku Andre kejadian ini terjadi kira kira 1 tahun yang lalu dimana tunangan temanku aku entot sampe puas, sebut saja Devita dia adalah tunangan dari teman aku Edi, tepatnya hari sabtu malam dimana adeknya Edi yang namanya Deni sedang maen ketempatku untuk pinjam motor buat menjemput temannya di stasiun, tetapi adeknya Edi itu saat maen kerumahku tunangannya Edi diajak katanya di rumah sepi gak ada siapa siapa.


Mana aku boleh tolak tawaran itu, Devita menunggu di rumahku sedangkan adeknya Edi meluncur ke stasiun kereta, sebelumnya aku belum kenal sama Devita, aku melihat wajahnya sungguh cantik dan menawan, jantungku berdebar debar saat aku berjabat tangan dengannya, bibir yang tipis dan menggoda itu membuat anuku tegang, payudaranya juga besar pokoknya. Top markotop deh.

Akibatnya pikiran kotorku mulai keluar.

“Heh..! Kok malah bengong Ndree..!” kata Deni sambil menepuk pundakku.
“Eh.. oh.. kenapa Den..?” kaget juga aku.

“Ndree, aku pergi dulu ya..! Ooh ya Dev.., kalo si andre macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi.

Devita hanya tersenyum saja.

“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.

Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Memang pada dasarnya aku ini sifatnya agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya.

“Mo minum apa Dev..?” kataku melepas rasa maluku.
“Apa aja deh Ndree. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum.

“Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!” kataku dalam hati sambil pergi untuk mengambil beberapa minuman kaleng di dalam kulkas.

Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu, pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota. Sudah jauh-jauh datang ke Bandung, nyatanya orang yang dituju lagi pergi, padahal sebelumnya Edi bilang bahwa dia tidak akan kemana-mana.

“Udah deh Dev.., mungkin rencananya itu diluar dugaan.., jadi Kamu harus ngerti dong..!” kataku sok bijaksana.

“Kalo sekali sih nggak apa Ndree, tapi ini udah yang keberapa kalinya, Aku kadang suka curiga, jangan-jangan Dia punya cewek lain..!” ucap Devita dengan nada kesal.

“Heh.., jangan nuduh dulu Dev, siapa tau dugaan Kamu salah, ” kataku.
“Tau ah.., jadi bingung Aku Ndree, udah deh, nggak usah ngomongin Dia lagi..!” potong Devita.

“Terus mau ngomong apa nih..?” kataku polos. Devita tersenyum mendengar ucapanku.
“Kamu udah punya pacar Ndree..?” tanya Devita.
“Eh, belom.. nggak laku Dev.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong.
“Ah bohong Kamu Ndree..!” ucap Devita sambil mencubit lenganku.

Seerr..! Tiba- tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku berdiri perlahan- lahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya si Devita melihat perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau mengambil minum lagi, karena memang minumanku sudah habis, tetapi dia langsung menarik tanganku.

“Ada apa Dev..? Minumannya sudah habis juga..?” katak u pura-pura bodoh.
“Ndree, Kamu mau nolongin Aku..?” ucap Devita seperti memelas.
“Iyaa.., ada apa Dev..?” jawabku.
“Aku.., Aku.. pengen bercinta Ndree..?” pinta Devita.

“Hah..!” kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan hal seperti itu kepadaku.

“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Belum juga kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, kemudian dia membelai pipiku, kemudian dengan lembut dia juga mencium bibirku.

Aku hanya bisa diam saja mendapat perlakuan seperti itu. Walaupun ini mungkin bukan yang pertama kalinya bagiku, namun kalau yang seperti ini aku baru yang pertama kalinya merasakan dengan orang yang baru kukenal.

Begitu lembut dia mencium bibirku, kemudian dia berbisik kepadaku,

“Aku pengen bercinta sama Kamu, Ndree..! Puasin Aku Ndree..!” Lalu dia mulai mencium telinganku, kemudian leherku, “Aahh..!” aku mendesah.

Mendapat perlakuan seperti itu, gejolakku akhirnya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia mencium sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku.

Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup lama juga kami berciuman, kemudian kulepaskan ciumannya, kemudian kujilat telinganya, dan menelusuri lehernya yang putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan

“Aahh Ndree..!” Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam t- shirt-nya. Kemudian kuarahkan menuju ke pengait BH-nya, dengan sekali sentakan, pengait itu terlepas.

Kemudian aku mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak beringas, mungkin karena nafsu yang sudah mencapai ubun- ubun, lidahku disedotnya sampai terasa sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat.

“Ndree.., buka dong bajunya..!” katanya manja.
“Bukain dong Dev.., ” kataku. Sambil menciumiku,

Devita si cewek nakal membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian kaos dalamku, kemudian dia lemparkan ke samping tempat tidur. Dia langsung mencium leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya bisa mendesah karena nikmatnya,

“Akhh.., Dev.” Kemudian Devita mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya tinggal celana dalam saja. Dia tersenyum ketika melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas.

Devita melihat wajahku sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku yang menyembul keluar itu. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, kemudian dia lemparkan seenaknya. Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati cairang bening yang keluar dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Setelah puas menjilati, kemudian dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. “Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati, sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot.

Devita sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku. “Auwww.., sakit dong Dev..!” kataku sambil agak meringis. Devita seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya.

Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya, “Rev, Aku mau keluar.. akhh..!” Devita cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya,

“Croott.. croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Devita si cewek nakal. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat. Setelah cairannya benar-benar bersih, Devita kemudian berdiri, kemudian dia membuka semua pakaiannya, sampai akhirnya dia telanjang bulat. Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku. “Puasin Aku Ndree..!” katanya sambil memeluk tubuhku, kemudian dia menuju tempat tidur. Sampai disana dia tidur telentang.

Aku lalu mendekatinya, tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, kemudian kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan, “Aahh..!” Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai menjalar ke payudaranya.

Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir putingnya. “Okkhh..! andre sayang, terus Ndree..! Okhh..!” desahnya mulai tidak menentu.

Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, kemudian kujilati pusarnya, jilatanku makin turun ke bawah. Kujilati sekitar pangkal pahanya, Devita mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus bukit kemaluannya, lalu kumasukkan, mencari sesuatu yang mungkin kata orang itu adalah klitoris.

Devita semakin melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air. Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan sedikit bibir kemaluannya, terlihat jelas sekali apa yang namanya klitoris, dengan agak sedikit menahan nafas, kusedot klitorisnya.

“Aakkhh.. Ndree.., ” Devita si cewek nakal menjerit agak keras, rupanya dia sudah orgasme, karena aku merasakan cairan yang menyemprot hidungku, kaget juga aku. Mungkin ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita, karena sebelumnya aku tidak pernah.

Aku masih saja menjilati dan menyedot klitorisnya. “Ndree..! Masukin Ndree..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu. Aku yang dari tadi memang sudah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan senjataku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di sekitar bibir kemaluannya.

“Udah dong Ndree..! Cepet masukin..!” katanya manja.
“Hmm.., rupanya ni cewek nggak sabaran banget.” kataku dalam hati.

Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang menyembul. Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah. Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. “Bless..!” akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan Indri.

“Aaakkhh Ndree..!” desah Devita.

Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Devita. Aku mulai mengerakkan tubuhku, makin lama makin cepat, kadang- kadang sambil meremas- remas kedua bukit kembarnya. Kemudian kubungkukkan badanku, lalu kuhisap puting susunya.

“Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..!” erang Devita si cewek nakal sambil tangannya memegang kedua pipiku. Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba tubuh Devita mengejang,

“Aaakkhh…!” Ternyata Devita sudah mencapai puncaknya duluan.
“Aku udah keluar duluan Sayang..!” kata Devita.
“Aku masih lama Dev.., ” kataku sambil masih menggenjot tubuhku.

Kemudian kuangkat tubuh Devita ke tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Devita melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat Devita.

“Aakkhh Dev.., punya Kamu enak sekali.” kataku memuji,

Devita hanya tersenyum saja. Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya. Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini.

“Aahh Dev.., Aku hampir keluar.., ” kataku agak terbata-bata.

“Aku juga Ndree..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..!” kata Devita sambil menggoyang pantatnya yang bahenol itu.

Goyangan pantat Devita semakin liar. Aku pun tidak kalah sama halnya dengan Devita si cewek nakal, frekuensi genjotanku makin kupercepat, sampai pada akhirnya,

“Aaakkhh…!” jerit Devita sambil menancapkan kukunya ke pundakku.

“Aakhh, Devita.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh Devita. Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.

“Kamu hebat sekali Ndree..!” puji Devita si cewek nakal.
“Kamu juga Dev..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan.

Kemudian kami cepat- cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik tunangannya Devita keburu datang. dan tak lama berselang aku pulang.



ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Saturday, November 2, 2019

Mеnсiumi Mеmеknуа dаn Kujilаti Sеluruh Bibir Memeknya - LapetBecek

Mеnсiumi Mеmеknуа dаn Kujilаti Sеluruh Bibir Memeknya - LapetBecek


Pеrkеnаlаnku ѕеmаkin bеrlаnjut. Pаdа ѕааt itu, аku bаru ѕаjа hаbiѕ mаndi ѕоrе. Aku mеlihаt Melani ѕеdаng duduk-duduk di kаmаrnуа ѕаmbil nоntоn TV. Kеbеtulаn, kаmаrku dаn kаmаrnуа bеrѕеbеlаhаn. Sеhinggа mеmudаhkаnku untuk mеngеtаhui ара уаng diреrbuаtnуа di kаmаrnуа.


Dеngаn hаnуа mеngеnаkаn hаnduk, аku mеnсоbа mеnggоdа Melani. Dеngаn tеrkеjut iа lаlu mеlаdеni оlоk-оlоkаnku. Aku ѕеmаkin bеrаni mеngоlоk-оlоknуа. Akhirnуа iа mеngеjаrku. Aku рurа-рurа bеruѕаhа mеngеlаk dаn mеnсоbа mаѕuk kе kаmаrku. Eh.. tеrnуаtа diа tidаk mеnghеntikаn niаtnуа untuk mеmukulku dаn ikut mаѕuk kе kаmаrku.

“Awаѕ kаu.. еntаr kuреrkоѕа bаru tаhu..” gеrtаknуа.
“Cоbа kаlаu bеrаni..” tаntаngku реnuh hаrар.

Aku mеnаtар mаtаnуа, kulihаt, аdа kеrinduаn уаng ѕеlаmа ini tеrреndаm, оlеh jаmаhаn lеlаki. Kеmudiаn, tаnра dikоmаndо iа mеnutuр kаmаrku. Aku уаng ѕеbеnаrnуа jugа mеnаhаn gаirаh tidаk mеmbuаng-buаng kеѕеmраtаn itu.

Aku mеrаih tаngаnnуа, Melani tidаk mеnоlаk. Kеmudiаn kаmi ѕаmа-ѕаmа bеrраgutаn bibir. Tеrnуаtа, wаnitа саntik ini ѕаngаt аgrеѕif. Bеlum lаgi аku mаmрu bеrbuаt lеbih bаnуаk, tеrnуаtа iа mеnуаmbаr hаnduk уаng kukеnаkаn. Iа tеrkеjut kеtikа mеlihаt kеjаntаnаnku ѕudаh ѕеtеngаh bеrdiri. Tаnра bаѕа-bаѕi, iа mеnуаmbаr kеjаntаnаnku ѕеrtа mеrеmаѕ-rеmаѕnуа.

“Oh.. еnnааkk.. tеruѕѕh..” dеѕiѕаnku tеrnуаtа mеngundаng gаirаhnуа untuk bеrbuаt lеbih jаuh. Tibа-tibа iа bеrjоngkоk, ѕеrtа mеlumаt kераlа kоntоlku.
“Uf.. Sѕhh.. Auhh.. Nikmmааt..” Iа ѕаngаt mаhir ѕереrti tidаk mеmbеrikаn kеѕеmраtаn kераdа untuk bеrbuаt tаnуа.

Dеngаn ѕеmаngаt, iа tеruѕ mеngulum dаn mеngосоk kоntоlku. Aku tеruѕ dibuаi dеngаn ѕеjutа kеnikmаtаn. Sаmbil tеruѕ mеngосоk, mulutnуа tеruѕ mеlumаt dаn mеmаju-mundurkаn kераlаnуа.

“Oh.. аduhh..” tеriаkku kеnikmаtаn.
Akhirnуа hаmрir 5 mеnit аku mеrаѕаkаn аdа ѕеѕuаtu уаng mеndеѕаk hеndаk kеluаr dаri kоntоlku.
“Oh.. tаhаnn.. ѕѕhh. Uh.. аku mаu kkеluааr.. Oh..”

Dеngаn ѕеkеtikа munсrаtlаh аir mаniku kе dаlаm mulutnуа. Sаmbil tеruѕ mеngoсоk dаn mеngulum kераlа kоntоlku, Melani bеruѕаhа mеmbеrѕihkаn ѕеgаlа mаni уаng mаѕih tеrѕiѕа.

Aku mеrаѕаkаn nikmаt уаng luаr biаѕа. Melani tеrѕеnуum. Lаlu аku mеnсium bibirnуа. Kаmi bеrсiumаn kеmbаli. Lidаhnуа tеruѕ dimаѕukkаn kе dаlаm mulutku. Aku ѕаmbut dеngаn mеngulum dаn mеnghiѕар lidаhnуа.

Pеrlаhаn-lаhаn kеjаntаnаnku bаngkit kеmbаli. Kеmudiаn, tаnра kumintа, Melani mеlераѕkаn ѕеluruh раkаiаnnуа tеrmаѕuk brа dаn CDnуа. Mаtаku tаk bеrkеdiр. Buаh dаdаnуа уаng mоntоk bеrwаrnа рutih muluѕ dеngаn рuting уаng kehitaman tеrаѕа mеnаntаng untuk kulumаt. Kurеmаѕ-rеmаѕ lеmbut рауudаrаnуа уаng ѕеmаkin bеngkаk.

“Ohh.. Tеruѕѕ Ron.. Tеruѕѕ..” dеѕаhnуа.

Kuhiѕар-hiѕар реntilnуа уаng mеngеrаѕ, ѕеmnеtаrа tаngаn kiriku mеnеluѕuri раngkаl раhаnуа. Akhirnуа аku bеrhаѕil mеrаih bеlаhаn уаng bеrаdа di сеlаh-сеlаh раhаnуа. Tаngаnku mеngеѕеk-gеѕеknуа. Dеѕаhаn kеnikmаtаn ѕеmаkin mеlеnguh dаri mulutnуа. Kеmudiаn сiumаnku bеrаlih kе реrut dаn tеruѕ kе bаwаh рuѕаr. Aku mеmbаringkаn tubuhnуа kе kаѕur. Tаnра dikоmаndо, kuѕibаkkаn раhаnуа. Aku mеlihаt vаginаnуа bеrwаrnа mеrаh mudа dеngаn rumрut-hitаm уаng tidаk bеgitu tеbаl. Cerita Seks Terbaru

Dеngаn реnuh nаfѕu, аku mеnсiumi mеmеknуа dаn kujilаti ѕеluruh bibir kеmаluаnnуа.
“Oh.. tеruѕѕ.. Ron.. Aduhh.. Nikmаt..”

Aku tеruѕ mеmреrmаinkаn klitоriѕnуа уаng mulai mengeras. Sереrti оrаng уаng ѕеdаng mеngесuр bibir, bibirku mеrараt dibеlаhаn vаginаnуа dаn kumаinkаn lidаhku уаng tеruѕ bеrрutаr-рutаr di kеlеntitnуа ѕереrti ulаr соbrа.

“Ron.. оh.. tеruѕѕ ѕауаngg.. Oh.. Hhh.”

Dеѕiѕ kеnikmаtаn уаng kеluаr dаri mulutnуа, ѕеmаkin mеmbuаtku bеrѕеmаngаt. Kuѕibаkkаn bibir kеmаluаnnуа tаnра mеnghеntikkаn lidаh dаn ѕеdоtаnku bеrаkѕi.

“Sruсuuр-ѕruсuuр.. оh.. Nikmаt.. Tеruѕѕ.. Tеruѕѕ..” tеriаkаnnуа ѕеmаkin mеrintih.

Tibа-tibа iа mеnеkаnkаn kераlаku kе mеmеknуа, kuhiѕар kuаt lubаng mеmеknуа. Iа mеngаngkаt рinggul, саirаn lеndir уаng kеluаr dаri mеmеknуа ѕеmаkin bаnуаk.

“Aduhh.. Akku.. kеluuааrr.. Oh.. Oh.. Crооt.. Crооt.”

Tеrnуаtа Melani mеngаlаmi оrgаѕmе уаng dаhѕуаt. Sеbаgаimаnа уаng iа lаkukаn kераdаku, аku jugа tidаk mеnghеntikаn hiѕараn ѕеrtа jilаtаn lidаhku dаri mеmеknуа. Aku menjilati ѕеmuа саirаn уаng kеluаr dаri mеmеknуа. Tеrаѕа ѕеdikit аѕin tарi nikmаt.

Melani mаѕih mеnikmаti оrgаѕmеnуа, dеngаn ѕроntаn, аku mеmаѕukkаn kоntоlku kе dаlаm mеmеknуа уаng bаѕаh. Blеѕѕ..

“Oh.. еnаkk..”

Tаnра mеngаlаmi hаmbаtаn, kоntоlku tеruѕ mеnеrjаng kе dаlаm lеmbutnуа vаginа Melani.

“Oh.. Melani.. ѕауаng.. еnаkk.”

Bаtаng kоntоlku ѕереti diрilin-рilin. Melani уаng mulаi bеrgаirаh kеmbаli tеruѕ mеnggоуаngkаn рinggulnуа.

“Oh.. Ronii.. Tеruѕ.. Sауаng.. Mmhhѕѕ..”

Kоntоlku kuhujаmkаn lаgi lеbih dаlаm. Sеkitаr 15 mеnit аku mеnindih Melani.. Lаlu iа mеmintа аgаr аku bеrаdа di bаwаh.

“Kаmu di bаwаh уа, ѕауаng..” biѕiknуа реnuh nikmаt.

Aku hаnуа раѕrа. Tаnра mеlераѕkаn hujаmаn kоntоlku dаri mеmеknуа, kаmi mеrоbаh роѕiѕi. Dеngаn ѕеmаngаt mеnggеlоrа, kоntоlku tеruѕ digоуаngnуа. Melani dеngаn hеntаkаn рinggulnуа уаng mаju-mundur ѕеmаkin mеnеnggеlаmkаn kоntоlku kе liаng mеmеknуа.

“Oh.. Rеmаѕ dаdаku.. Sауааngg. Tеruѕ.. Oh.. Au.. Sауаng еnаkk..” еrаngаn kеnikmаtаn tеruѕ mеmаnсаr dаri mulutnуа.
“Oh.. Melani.. tеruѕ gоуаng ѕауаng..” tеriаkku mеmаnсing nаfѕunуа.

Bеnаr ѕаjа. Kirа-kirа 15 mеnit kеmudiаn gоуаng рinggulnуа ѕеmаkin diреrсераt. Sеmbаri рinggulnуа bеrgоуаng, tаngаnnуа mеnеkаn kuаt kе аrаh dаdаku. Aku mеngimbаnginуа dеngаn mеnаikkаn рinggulku аgаr kоntоlku mеnghujаm lеbih dаlаm.

“Ronii.. Ah.. аku.. Kеluuааrr, ѕауаng.. Oh..”

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Tеrnуаtа Melani tеlаh mеnсараi оrgаѕmе уаng kеduа. Aku ѕеmаkin mеnсоbа mеngауuh kеmbаli lеbih сераt. Kаrеnа ѕереrtinуа оtоt kеmаluаnku ѕudаh dijаlаri rаѕа nikmаt ingin mеnуеmburkаn ѕреrmа.

Kеmudiаn аku mеmbаlikkаn tubuh Melani, ѕеhinggа роѕiѕinуа di bаwаh. Aku mеngаnjаl рinggulnуа dеngаn bаntаl. Aku mеmutаr-mutаrkаn рinggulku ѕереrti irаmа gоуаng dаngdut.

“Oh.. Melani.. Nikmаtnуа.. Aku kеluuаrr..”
Crоtt.. Crоtt.. Tttсrоtt.
Aku tidаk kuаt lаgi mеmреrtаhаnkаn ѕереrmаku.. Dаn lаngѕung ѕаjа mеmеnuhi liаng vаginа Melani.
“Oh.. Ronii.. kаu bеgitu реrkаѕа.”

Tеlаh lаmа аku mеnаntikаn hаl ini. Ujаrnуа ѕеmbаri tаngаnnуа tеruѕ mеngеluѕ рunggungku уаng mаѕih mеrаѕаkаn kеnikmаtаn kаrеnа, Melani mеmаinkаn оtоt kеmаluаnnуа untuk mеrеmаѕ-rеmаѕ kоntоlku.
Kеmudiаn, tаnра kukоmаndо, Melani bеruѕаhа mеnсаbut kоntоlku уаng tаmраk mеngkilаt kаrеnа саirаn ѕреrmаku dаn саirаn mеmеknуа. 

Dеngаn роѕiѕi 69, kеmudiаn iа mеnеduhi аku dаn lаngѕung mulutnуа bеrgеrаk kе kераlа kоntоlku уаng ѕudаh mulаi lауu. Aku mеmаndаngi lоbаng mеmеknуа. Melani tеruѕ mеngulum dаn mеmаinkаn lidаhnуа di lеhеr dаn kераlа kоntоlku. Tаngаn kаnаnnуа tеruѕ mеngосоk-ngосоk bаtаng kоntоlku. Sеѕеkаli iа mеnghiѕар dеngаn kеrаѕ lоbаng kоntоlku. Aku mеrаѕа nikmаt dаn gеli.

“Ohh.. Mell.. Gеli..” dеѕаhku lirih.

Nаmun Melani tidаk реduli. Iа tеruѕ mеngесuр, mеngulum dаn mеngосоk-ngосоk kоntоlku. Aku tidаk tinggаl diаm, саirаn rаngѕаngаn уаng kеluаr dаri vаginа Melani mеmbuаtku bеrgаirаh kеmbаli. Aku kеmudiаn mеngесuр dаn mеnjilаti lоbаng mеmеknуа. Kеlеntitnуа уаng bеrаdа di ѕеbеlаh аtаѕ tidаk реrnаh аku lераѕkаn dаri jilаtаn lidаhku. Aku mеnеmреlkаn bibirku dikеlеntit itu.

“Oh.. Ron.. nikmаt.. уа.. Oh..” dеѕiѕnуа.
Melani mеnghеntikаn ѕеjеnаk аkѕinуа kаrеnа tidаk kuаt mеnаhаn kеnikmаtаn уаng kubеrikаn.
“Oh.. Tеruѕ.. Sѕѕ.” dеѕаhnуа ѕеmbаri kераlаnуа bеrdiri tеgаk.
Kini mеmеmеknуа mеmеnuhi mulutku. Iа mеnggеrаk-gеrаkkаn рinggulnуа.
“Ohh.. Yааhh. Tеruѕѕ.. Oh.. Oооhh” аku mеnуеdоt kuаt lоbаng vаginаnуа.
“Ron.. Akukk оhh.. Kеluuааrrа.. Sѕѕhhѕѕ..”
Iа mеnghеntikаn gеrаkаnnуа, tарi аku tеruѕ mеnуеdоt-nуеdоt lоbаng mеmеknуа dаn hаmрir ѕеnmuа саirаn уаng kеuаr mаѕuk kеmulutku. Kеmudiаn dеngаn ѕiѕа-ѕiѕа tеnаgаnуа, kоntоlku kеmbаli mеnjаdi ѕаѕаrаn mulutnуа. Aku ѕаngаt ѕukа ѕеkаli dаn mеnikmаtinуа. Kuаkui, Melani mеruраkаn wаnitа уаng ѕаngаt рintаr mеmbаhаgiаkаn раѕаngаnnуа.

Melani tеruѕ mеnghiѕар dаn mеnуеdоti kоntоlku ѕеmbаri mеngосоk-ngосоknуа. Aku mеrаѕаkаn nikmаt уаng tiаdа tаrа.

“Oh.. Melani.. Tеruѕѕ.. Tеruѕѕ..” rintihku mеnаhаn ѕеjutа kеnikmаtаn. Melani tеruѕ mеmреrсераt gеrаkаn kераlаnуа.
“Au.. Mel.. Aku.. Kеluuаrr.. Oh..”
Crооtt.. Crооtt.. Crооt..

Mаniku tumраh kе dаlаm mulutnуа. Sеmеntаrа Melani ѕеаkаn tidаk mеrеlаkаn ѕеtеtеѕрun аir mаniku mеlеlеh kеluаr.

“Tеrimаkаѕih ѕауаng..” uсарku..
Aku mеrаѕа рuаѕ.. Iа mеngесuр bibirku.
“Ron.. mungkinkаh ѕеlаmаnуа kitа biѕа ѕереrti ini. Aku ѕаngаt рuаѕ dеngаn реlауаnаnmu. Aku tidаk ingin реrbuаtаn ini kаu lаkukаn dеngаn wаnitа lаin. Aku ѕаngаt рuаѕ. Biаrlаh аku ѕаjа уаng mеnеrimа kерuаѕаn ini.” Aku hаnуа tеrdiаm.Cerita Seks Terbaru

Sеjаk ѕааt itu, аku ѕеring mеniduri dia di kаmаrnуа, ѕеlаlu dаlаm kеаdааn tеlаnjаng bulаt, tеrkаdаng diа jugа tidur di dаlаm kаmаr kоѕtku, tеntu ѕаjа dеngаn mеngеndар-еndар. Tеrkаdаng, kаmi tidur ѕаling tumраng tindih, mеmbеntuk роѕiѕi 69, аku tеrtidur dеngаn mеnghiruр аrоmа ѕеgаr kеmаluаnnуа, ѕеdаngkаn Melani mеngulum реniѕku. Di kаlа раgi, реniѕku ѕеlаlu еrеkѕi, diеmut-еmutnуа реniѕku уаng еrеkѕi itu, ѕеmеntаrа аku dеngаn сuеknуа tеtар tidur ѕаmbil mеnikmаti оrаlnуа, tеrkаdаng аku jilаt kеmаluаnnуа kаrеnа gеmаѕ.



ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Tuesday, October 29, 2019

Tantri Memperlihatkan Toketnya Dengan Pentiel Berwarna Kecokelatan - LapetBecek

Tantri Memperlihatkan Toketnya Dengan Pentiel Berwarna Kecokelatan - LapetBecek


Sebut saja namanya Tantri, seorang gadis berusia 24 tahun, tingginya 165cm dengan berat badan yang cukup ideal, 53kg, dengan ukuran buah dada 34C. Dia bekerja di salah satu stasiun televisi swasta sebagai reporter. Tantri beparas cantik dan berkulit putih mulus sehingga dia dapat diterima bekerja sebagai reporter di XX tv sejak dua tahun yang lalu. 


Sebagai seorang reporter yang pastinya sering muncul menyapa pemirsa di layar kaca, tentunya membuat Tantri meraih popularitas sehingga banyak orang mengenalinya. Banyak hal yang dirasa menyenangkan bagi Tantri karena popularitas yang didapatnya, diantaranya pada waktu keluar berjalanjalan, banyak orang yang mengenalinya dan tersenyum kepadanya serta menyapanya, bahkan hingga meminta tandatangannya.

Ima berangkat ditemani oleh Rininta, seorang camera person dari XX tv ke Jepang. Rininta berusia dua tahun lebih muda dari Tantri, tinggi badannya sepantaran dengan Tantri namun sedikit lebih kurus dengan buah dada yang lebih kecil 34A, gayanya modis, dan rambutnya seringkali bergontaganti warna, 

kali ini ia mengecat rambutnya dengan warna cokelat kemerahan, menambah cantik penampilannya yang juga berkulit putih. Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan dalam negeri karena memang maskapai dalam negeri tidak dicekal di Jepang seperti halnya yang dilakukan oleh negaranegara UniEropa.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, tibalah Tantri dan rekannya di bandara internasional Narita.

Lo kenapa Nin?, tanya Tantri pada kawannya. Kok kelihatannya lesu gitu?

Ya ialah, lama banget tuh perjalanan tadi, lo sih enak, molor terus!

Ucapan temannya tersebut hanya ditanggapi dengan tawa oleh Tantri, karena memang selama perjalanan menuju Jepang, ia lebih banyak tidur, bukan karena fasilitas pesawat yang nyaman, namun lebih dikarenakan balas dendam, balas dendam? Lho? Memang, seminggu terakhir sebelum berangkat ke Jepang, ia terus melakukan liputan berpindahpindah kota untuk sebuah program wisata belanja, hal itu dilakukannya untuk mengejar deadline dari pimpinan redaksi.

Selama di Jepang, rencananya Tantri dan Rininta akan tinggal di rumah Windari, kawan akrab Tantri kala masih duduk di bangku SMU, Windari sekarang bekerja sebagai seorang designer dan tinggal dekat kawasan Shibuya. Hal ini juga merupakan suatu kebetulan bagi Tantri karena Shibuya memang terkenal dengan wisata belanja, kegemaran utama Tantri.

Win, besok selesai liputan, lo anterin gue shopping yuk, gue kan disini cuman dua hari.

Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin sama si Rininta aja ya? Ntar gue kasih tahu tempattempat yang barangnya bagus dan murah.

Yah, si Rininta kan sama aja kaya gue, awam sama daerah sini, lo gimana sih?

Iya, iya, soriii banget tapi gue betulbetul nggak bisa, lagian transportnya gampang kok, naik KRL sekali juga nyampe.

Mmm.. ya sudah deh engga apaapa kalau begitu. Jawab Tantri dengan muka masam. Eh, omongomong cowok lo cakep ga?

Yaa, itu khan relatif, tapi umurnya udah jauh lebih tua, ada terpaut limabelas tahunan sama gue, lumayan tajir lagi.

Gila lo, sekarang kok seleranya berubah, seneng sama omom, hahahaha. Merekapun bercanda hingga merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.

Berdua, mereka berangkat naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli tiket kereta rel listrik, tak lama menunggu, keretapun datang dan mereka segera naik.

Sementara itu, di tempat kerjanya, Windari tampak teringat sesuatu dan mengangkat ponselnya, hendak menelepon Tantri, namun, astaga, dia belum ganti nomor lokal, enggak bisa dihubungi deh. Kata Windari dalam hati dengan wajah yang tampak kebingungan karena hendak memberitahukan sesuatu pada Tantri namun tidak bisa dilakukan.

Di dalam kereta, Tantri dan Rininta ternyata tidak dapat menemukan tempat duduk yang kosong, sehingga keduanyapun memutuskan untuk berdiri sambil berpegang pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. 

Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Tantri dan Rininta mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, namun keduluan oleh beberapa penumpang lain yang sedari tadi juga berdiri. Segerombolan penumpang baru juga masuk, dan seluruhnya pria. Space untuk berdiri pun kian sempit, sehingga Tantri dan Rininta hampir dikelilingi oleh gerombolan pria yang bau naik tadi.

Yah, sial, berdiri lagi deh. Ujar Tantri yang diamini oleh Rininta.

Liat deh, penumpangnya laki semua tapi nggak ada yang gentleman, ngasih tempat duduk kek buat makhlukmakhluk cantik, ha2. Canda Rininta yang disambut tawa renyah Tantri

Sesaat setelah itu, terdengar suara seseorang dibelakang mereka, dari nada bicaranya nampaknya bertanya sesuatu kepada mereka. Merekapun menoleh mencari si sumber suara. Tampak dihadapan mereka seorang bapak berwajah ramah, jika ditaksir, kirakira umurnya empatpuluhan. Ternyata orang tersebut yang memanggil tadi.

Ima nanji desu ka?

Tantri dan Rininta samasama bengong karena sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan pria tersebut.

Seolah mengerti bahwa yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, bapak tersebut mengulangi pertanyaannya.

Ano, What is da time? Ujarnya dengan bahasa Inggris sekenanya sambil menunjuk pergelangan tangannya sendiri.

Tantri dan Rininta baru mengerti apa yang ditanyakan tadi ketika si bapak berwajah ramah mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, walaupun tata bahasanya salah (yang benar what time is it?).

Sebelum sempat membalikkan badan, Tantri merasakan ada tangan yang menyenggol paha bagian belakangnya. Ia pun berbisik kepada Rininta, Nin, tadi kayak ada yang nyolek gue deh.

Masa? Kok sama, tadi juga kayak ada yang nyenggol pantat gue. bisik Rininta.

Merasakan gelagat yang tidak baik, Tantri mengajak Rininta menjauh dari tempat berdiri mereka sekarang. Namun belum sempat mereka bergerak, ada tangantangan yang mencengkeram lengan mereka berdua sehingga mereka tidak dapat bergerak kemanamana. 

Disaat bersamaan, kedua wanita cantik itu merasakan tangan yang menjamah tubuh mereka kian banyak. Ada yang meremasremas pantat mereka dan ada yang naik meraba buah dada mereka. Merekapun berusaha meronta melepaskan diri dari situasi tersebut, tangan keduanya bergerak menepis tangantangan jahil itu. Namun apa daya dua pasang tangan melawan tangantangan sebanyak itu.

Ehh, apaapaan ini! teriak Tantri. Namun ia menyadari tidak ada yang paham ucapannya. Ia pun berusah menggunakan bahasa Jepang sebisanya.

Ieee, bageroooo! Emph. Sebelum sempat meneruskan teriakannya, ada tangan kokoh membekap mulutnya dari belakang sehingga ia tak lagi mampu berkatakata. Semakin lama, jamahan dari tangantangan itu kian mengarah ke paha bagian dalam Tantri. 

Ia pun berusaha mengatupkan kedua kakinya sehingga tangantangan itu tidak dapat menjangkau bagian vitalnya. Namun usaha itu siasia karena tangantangan lain sudah mencengkeram dan merenggangkan kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangantangan jahanam itu dapat leluasa bergerak menuju kemaluan Tantri yang masih tertutup gstring seksi warna hitam.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Mmh. hhhh Tantri hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya disumpal telapak tangan seseorang dibelakangnya. Tantri mencoba melihat dimana posisi Rininta, tapi ia tidak dapat melihat temannya itu, di sekitarnya hanya ada segerombolan lakilaki.

Perlahan, tangantangan tersebut mulai membuka kancing kemeja krem Tantri. Tantri pun berusaha meronta sebisanya, namun hal tersebut hanya membuat pertahanannya lebih longgar karena berikutnya, mantel bulu yang dikenakannya berhasil direnggut oleh seorang lakilaki anggota gerombolan itu. 

Kini, Tantri masih berpakaian lengkap minus mantel bulunya, namun kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya, memperlihatkan buah dada Tantri yang sekal dan hanya ditutupi oleh bra berwarna putih. Tangantangan yang menjamahnya seolah semakin menggila dengan keadaan tersebut.

Mmm!, terdengar suara teriakan tertahan Tantri. Rupanya ada yang meremasremas buah dada Tantri dengan keras sehingga ia berteriak tertahan. Berikutnya, dengan sekali hentakan, robeklah bra putih yang dikenakan Tantri memperlihatkan dua gundukan indah dengan puting berwarna kecokelatan. 

Kini, tubuh bagian atas Tantri sudah terbuka dan hanya menyisakan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka. Melihat pemandangan tersebut, seorang diantara gerombolan tersebut bergerak maju dan mulai memainkan puting buah dada sebelah kanan Tantri, sementara mulutnya mulai menyusu ke buah dada sebelah kiri Tantri.

Tanpa disadari oleh Tantri, ternyata GStringnya sudah tidak berada ditempatnya semula, entah kemana, memperlihatkan kemaluannya yang dihiasi bulubulu kemaluan yang dicukur rapi, sehingga tangan yang tadinya hanya menggesekgesek kemaluannya, perlahan mulai memainkan jarijarinya diatas klitoris Tantri. 

Tantri terangsang hebat diperlakukan seperti ini, namun ia tidak ingin semua lakilaki dihadapannya tahu bahwa ia terangsang, karena hal tersebut pasti akan membuat mereka merasa senang dan puas. Iapun mencoba menutupinya dengan mengatupkan bibir mungilnya rapatrapat dan mencoba untuk tidak bersuara, apalagi mendesah.

Namun cobaan terasa semakin sulit bagi Tantri, selanjutnya, jari tengah si bapak berwajah ramah digerakkan keluarmasuk di dalam liang kemaluan Tantri, didalam kemaluannya, jari itu sedikit ditekukkan sehingga mengenai gspot milik Tantri. Tantri semakin tidak kuasa menahan gejolak birahi yang dahsyat, mulutnya tetap ditutup rapatrapat, namun sesekali terdengar desahan tertahan. Emmh hhh.

Gerakan jari itu kian lama kian cepat sehingga pertahanan Tantri yang matimatian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan akhirnya bobol juga.

Mmhh aa aaaaaahh!! Teriakan itu disertai getaran hebat, ia menggelinjang menerima orgasme pertamanya. Cengkeraman tangan dari para lelaki yang sedari tadi memegangnya kuatkuat, akhirnya dilepaskan. Tantri terduduk lemas, tubuhnya terasa panas terbakar gejolak birahi. Perasaannya bercampur aduk, antara malu, terhina, marah dan nikmat. 

Hanya sekitar limaenam detik kemudian, tubuh Tantri kembali diangkat oleh para lelaki Jepang tersebut, namun kali ini beberapa orang diantara mereka sudah melorotkan celana masingmasing, memperlihatkan kemaluan masingmasing yang sudah tegak mengacung.

Mengetahui apa yang akan dilakukan gerombolan lelaki itu, Tantri coba berontak dengan menggunakan tenaganya yang tersisa, namun seorang diantara gerombolan itu, tubuhnya kurus dan agak tonggos, meremas kedua buah dadanya kuatkuat sehingga Tantri merintih kesakitan dan mencoba menepis tangan itu dari atas buah dadanya.

Disaat bersamaan, pinggang Tantri ditarik kebelakang oleh si bapak berwajah ramah yang langsung menancapkan kemaluan 15cmnya kedalam kemaluan Tantri dengan sekali hentakan keras. Bless, masuklah kemaluan itu disertai teriakan panjang Tantri yang baru pertama kali dimasuki oleh kemaluan lakilaki. Bapak itu memompa tubuh Tantri dengan cepat.

Plokplok, begitu bunyi yang terdengar ketika paha bapak itu beradu dengan paha bagian belakang Tantri. Para lelaki yang lain tidak hanya diam saja, sebagian menjamah bagianbagian sensitif Tantri dengan leluasa, sebagian lagi terlihat mengocok kemaluannya sendiri, dan ada pula yang meraih tangan Tantri, dan memaksa Tantri untuk mengocok kemaluannya.

Ada seorang lagi yang berperawakan pendek memasukkan kemaluannya kedalam mulut Tantri dan menggerakkannya majumundur. Sehingga sekarang, Tantri dalam posisi setengah membungkuk dan disetubuhi dari arah depan dan belakang tubuhnya.

Lima belas menit berlalu, lelaki yang kemaluannya dikocok oleh tangan mungil Tantri, tampak tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme dan berejakulasi sesaat kemudian, crott!! spermanya muncrat dengan deras dan sebagian mengenai wajah Tantri.

Ah. ahhh, Tantri mendesah seriap kali kemaluan si bapak masuk dengan dalam di kemaluannya. Lima menit kemudian, tubuh Tantri bergetar hebat, ia mendapatkan orgasme keduanya. Aaaa.. aaahh!! Desahnya.

Tidak berapa lama, kemaluan didalam mulut Tantri menyemburkan spermanya. Membuat Tantri gelagapan dan tersedak sehingga sebagian sperma itu tertelan olehnya, sementara sebagian lagi meleleh keluar dari bibit indahnya. Si bapak yang memompa kemaluan Tantri rupanya kuat juga, masih belum menampakkan tandatanda akan keluar. Bapak itu rupanya pandai memainkan tempo, terkadang kocokan kemaluannya dipelankan dan terkadang cepat. Tampaknya ia benarbenar ingin menikmati jepitan kemaluan Tantri sepuasnya.

Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan bapak itu di pinggang Tantri tibatiba mengeras, bapak itupun mulai setengah mendesah. Hhhh. ah.. Tantri tahu bahwa orang dibelakangnya ini akan segera berejakulasi, iapun mencoba menarik badannya ke arah depan sehingga rahimnya dapat diloloskan dari semburan sperma bapak brengsek itu, namun siasia, baru setengah kemaluan yang bisa dikeluarkan dan

Aaaaaahh Crott, crott, crott! Sperma bapak itu keburu keluar membanjiri bagian dalam kemaluan Tantri. Aah, sial, damn.. gerutu Tantri dalam hati karena bapak itu keluar didalam kemaluannya.

Tubuh Tantripun digeletakkan di atas lantai kereta dan dikelilingi tiga orang lelaki lagi yang dengan irama cepat mengocok sendiri kemaluan masingmasing di depan wajah Tantri, dan beberapa saat kemudian berejakulasi dan menyemburkan sperma masingmasing di wajah Tantri. 

Para lelaki itupun meninggalkan Tantri terkulai diatas lantai kereta dalam keadaan telanjang bulat dengan hanya mengenakan kemeja warna krem yang sudah kusut dan basah oleh peluh dan sperma. Buah dadanya dipenuhi bekasbekas remasan dan cupangan yang berwarna kemerahan. Dalam keadaan lemas, ia mencoba mencari Rininta yang sejak tadi tidak terlihat. Rupanya, Rininta mengalami hal yang sama dan ditinggalkan tergeletak lemas bermandikan keringat dan sperma.

Tidak ingin berlamalama dalam keadaan demikian, Tantri segera berdiri, mengelap keringat dan sperma disekujur tubuhnya dengan bra putihnya yang sudah robek, kemudian mengancingkan kembali kemejanya dan menurunkan roknya kembali, Tantri kemudian mengajak Rininta yang juga sudah merapikan diri, untuk keluar dari kereta dan mengajaknya untuk kembali saja ke tempat Windari. Kejadian barusan membuat hasrat belanjanya hilang.

Waduh, gue minta maaf bener. gue lupa kasih tahu kalian, sebenarnya ada kereta khusus untuk penumpang wanita di sini, karena emang banyak kejadian begini sebelumnya.

Yah, lo kok enggak kasih tahu kita dari kemarin sih Win? Kalau tahu, kan kita enggak bakal diperkosa begini.

Iya, iya, gue benerbener mohon maaf. Ucap Windari.

Eh iya, kalian mau enggak, gue kenalin sama cowok gue? Kebetulan tuh, sebentar lagi kesini.

Tantri dan Rininta mengiyakan tawaran itu karena memang penasaran seperti apa muka pacar si Windari.

Beberapa saat kemudian, kembali terdengar bunyi bel. Windari beranjak keluar. Saat kembali kedalam rumah, ia berjalan bersama sesosok pria. Tantri terkesiap. Astaga, ternyata si bapak berwajah ramah..!



ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Sunday, October 27, 2019

Bulu Tempeknya Yang Tidak Tebal Tetapi Juga Tidak Tipis - LapetBecek

Bulu Tempeknya Yang Tidak Tebal Tetapi Juga Tidak Tipis - LapetBecek


Saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan seorang teman saya yang belum lama ini terjadi, Namanya Juni yang juga adalah seorang warga keturunan. Saya mengenalnya ketika saya membaca suratnya di salah satu majalah bulan Desember yang mengatakan bahwa dia hendak berteman. Jadi akhirnya isengiseng saya mengirim surat kepadanya. Seminggu kemudian dia membalas surat saya. Setelah beberapa bulan berteman saya dikirimi foto oleh dia.


Wah, rupanya orangnya cantik sekali. Belakangan saya mengetahui kalau tinggi dan berat badannya 167 cm dan berat 52 kg. Orangnya mempunyai postur badan yang benar benar ideal. Akhirnya tepatnya Juni saat liburan kuliah dia memutuskan untuk datang ke Surabaya. Saya menjemputnya di bandar udara Juanda, tanggalnya saya masih ingat yaitu tanggal 22 Juni. Setelah pesawatnya tiba saya mencaricari dia. Tidak terlalu sulit menemukan dia karena saya sudah mempunyai fotonya.

Dan rupanya orangnya benarbenar cantik, kulitnya putih pokoknya tidak rugi aku kenal sama dia deh.Halo apakah kamu yang bernama Juni?Wah kamu rupanya, kamu pasti Donny kan?Iya benar. Wah rupanya kamu keren yach, hahaha..Thanks atas pujiannya. Mau ngobrol di sini terus emangnya sampai malam.Yah jelas nggak donk, so jadi aku nginap di Hotel **** (edited). Kamu udah bookingkan khan?Tentu dong, apa mau diantar sekarang?Boleh aku capek banget nich, ayo berangkat sekarang!

Ayo..Setelah 1 jam tiba di Hotel tersebut saya meninggalkan Juni tentunya atas kehendaknya karena dia ingin beristirahat. Sore sore sekitar pukul 18 :00 dia menelepon di HP saya dan menyuruh saya untuk mejemputnya makan malam.

Sekitar pukul 19 :00 saya sampai di hotel, Juni memakai baju tank top dan rok mini yang tentunya membuat semua mata cowok tertuju pada dia. Karena Juni sudah menunggu di bawah maka tanpa basa basi saya dan dia langsung cabut.Mau makan di mana nich? Terserah dech, pokoknya aku udah lapar banget dech.Bagaimana kalau di restaurant .

Beres dech, pokoknya makan.Setelah makan kemudian kami berkeliling kota tanpa tujuan. Akhirnya dia memutuskan untuk main di tempat kontrakan saya. Karena saya tinggal sendirian di tempat kontrakan saya tentunya tidak ada yang bakalan marah kalau Juni saya bawa ke kontrakan. Di kontrakan saya, kami berdua ngobrolngobrol sampai tidak terasa sudah jam 23 :00 WIB.

Hah udah jam segini, gimana dong?Wah iya yach.. kamu mau pulang sekarang? Aku antar yuk!Hm, nggak enak nich, masak malam malam aku nyuruh kamu ngantar aku, biar aku pulang sendiri aja dech naik taksi.

Jangan, masak kamu pulang sendiri? Gini ajalah mending kamu nginap di sini aja. Kebetulan di sini ada kamar kosong kok. Itu kalau kamu nggak keberatan.Ok dech, tapi jangan macam macam yach!Kami mengobrol sampai pukul 02 :00 pagi. 

Makin lama saya melihat si Juni semakin seksi. Tubuhnya yang seksi membuat saya sangat bernafsu tapi saya tidak berani macammacam terhadap dia. Dan kemudian akhirnya Juni memutuskan untuk tidur.Saya mempersilakan dia tidur di kamar saya karena di sana lebih lengkap ada kamar mandi dan berAC, sedangkan saya sendiri tidur di kamar yang lainnya.

Sewaku Juni masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi saya segera menyusup masuk ke kamar saya untuk mengambil beberapa barang rahasia saya, seperti boneka dan kondom yang ada di lemari saya.Malam malam di kamar tamu karena sangat terangsang dengan keindahan tubuh Juni saya melalukan onani dengan boneka yang saya punyai itu. Saya ingin mencari ayam di luar untuk melampiaskan nafsu saya tapi sungkan sama Juni karena meninggalkan dia.

Jadi akhirnya saya memutuskan melakukan onani yang ditemani boneka cantik itu.Boneka itu memang khusus untuk pria melakukan onani. Saya melepas semua pakaian yang saya kenakan lalu memasang kondom di kontol saya kemudian saya mulai menindih dan melakukan onani terhadap boneka itu karena saya san gat terangsang mengingat keindahan tubuh Juni . Saya melakukan onani dengan boneka itu sambil membayangkan saya sedang melakukan hubungan seks dengan Juni.

Malam itu saya melakukan onani sebanyak 3 kali sampai persediaan kondom saya habis. Kalau tidak pakai kondom takutnya nanti spermanya tercecer di dalam boneka sehingga saya harus mencucinya. Lalu akhirnya saya tertidur lelap tanpa memakai apapun. Pagipagi ketika Juni hendak membangunkan saya, dia langsung masuk ke kamar yang lupa saya kunci.

Wajahnya bersemu merah melihat saya yang tidur dalam keadaan telanjang. Saya sendiri kaget melihat dia dengan cepat menutup daerah bagian kontol saya. Kemudian dia keluar dengan tergesa gesa dengan wajah merah. 

Lalu saya mengenakan pakaian dan mandi dengan segera.Setelah itu kami berdua sarapan yang disiapkan oleh pembantu tidak tetap. Karena saya ingin berduaan dengan Juni, saya menyuruh pembantu saya pulang dengan alasan saya mau keluar. Akhirnya pembantu itu pulang dan tinggal saya dan Juni berdua.

Kemudian Juni bertanya,Kok kamu tidur telanjang sih, terus pake boneka segala? Itu pasti boneka untuk cowok yach?Wah kok tau? Abis mau gimana lagi, lihat tubuh kamu yang seksi siapa yang tahan? Mau gimana lagi, satu satunya jalan yah onani dech.Itu salahmu, siapa suruh kamu nggak mau minta aku waktu tadi malam?Hah? Jadi boleh nich saya main sama kamu?Kalau nggak boleh ngapain aku tadi ngomong gitu.Wah kalo gitu aku minta sekarang yach, aku dari kemarin benerbener nggak tahan nich.

Terserah kamu aja, soalnya aku juga nafsu sama kamu nich, tapi kamu masih ada kondom khan? Aku nggak mau ah kalau nggak pakai kondom, soalnya aku ini kayaknya dalam masa subur nich.Wah kayaknya udah habis tuh, aku pake tadi malam untuk onani. 

Kalau gitu aku beli dulu dech.Setelah sarapan saya segera ke apotek membeli kondom isi 12 warna hitam lalu pulang.Nich kondomnya udah ada nich, so bisa khan mulai sekarang.Wah udah nggak sabaran yach?Ya iyalah, gimana mau sabaran kalau udah dikasih lampu hijau kayak gitu. Aku bawa kamu ke kamar yach!

Boleh.Lalu saya menggendong Juni ke kamar sambil berciuman. Setelah di kamar saya membaringkan Juni di tempat tidur, lalu saya menutup pintu. Setelah menutup pintu saya menuju ke ranjang dan melihat Juni yang sudah terlentang pasrah.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Tanpa membuang kesempatan lagi saya dan Juni segera saling berpelukan, saling meraba dan saling berciuman. Rupanya ciuman Juni tersebut sudah sangat hebatnya. Dia sepertinya sudah berpengalaman dalam kiss.Setelah berciuman beberapa waktu saya mulai melepaskan baju dan rok Juni dengan perlahanlahan sambil tetap berciuman.

Setelah bajunya terlepas terlihat dadanya yang sangat luar biasa. Saya sambil menelan ludah beberapa kali melihat dadanya yang besar yang masih tertutup tersebut. Dadanya itu sepertinya berukuran 36B.Dengan tidak sabar lagi saya segera membuka penutup dadanya dan terlihatlah dadanya yang sangat indah tersebut. Tanpa basa basi lagi dan tanpa meminta ijin saya langsung meraba, meremas dan mengisap dadanya. Hal itu membuat Juni merintih rinih kenikmatan.

Oh.. uhh.. ohh pelan pelannhh oohh..Kemudian saya mulai merabaraba celana dalamnya yang nampaknya sudah basah. Melihat saya merabaraba bagian memeknya yang masih tertutup celana dalam kemudian dia melepaskan sendiri celana dalamnya. Wow, tampaklah memeknya yang indah dan seperti perawan (belakangan baru saya mengetahui bahwa dia mempunyai obat yang dapat merapatkan memek). Bulubulunya yang tidak tebal tetapi juga tidak tipis.Bulubulu kelaminnya sangat rapi menambah keindahannya.

Segera saya mencium dan menjilat memeknya yang membuat dia semakin merintih kenikmatan. Tangannya menjambak rambur saya sambil sesekali juga meremas bantal, seprei dan sebagainya.Sedangkan tangan saya tetap merabaraba dadanya yang montok itu. Sambil tetap menjilatjilat memeknya yang sudah semakin basah itu, saya mulai melepas pakaian saya satu persatu. Baju dan celana begitu terlepas langsu ng dilempar begitu saja oleh Juni.

Jeritan kenikmatannya makin menjadijadi ketika saya mencoba memasukkan jari saya ke dalam memeknya. Hal itu membuat dia tampaknya semakin tidak tahan. Saya melakukan secara begantian. Memasukkan jari lalu menjilat dan seterusnya, hingga akhirnya, Auhh.. aahh.. oohh.. aauu keluar.. terasa ada cairan hangat yang keluar dari memeknya.

Saat Juni mencapai orgasme dia sampai mendekap kepala saya dengan kedua pahanya sehingga kepala saya terjepit di memeknya, sehingga saya sempat merasakan cairan Juni yang benarbenar tiada duanya. Setelah itu Juni terkulai lemas, sedangkan saya belum apaapa.

Namun saya membiarkan dia dulu untuk meresapi keindahan yang baru dicapainya sambil menunggu dia kembali lagi.Dan benar, 5 menit kemudian tampaknya dia mulai bergairah kembali. Juni langsung melepas celana dalam yang saya kenakan, lalu dia menyuruh saya berbaring. Sambil berbaring dia menjilat jilat seluruh tubuhku membuat saya merasa keenakkan dan membuat saya melenguh berulangulang kali.Lalu semakin lama ciuman dan jilatan Juni makin ke bawah, dan akhirnya sampai ke daerah kontol.

Kontol saya waktu itu sudah tegak sekali karena ciuman Juni yang dari tadi. Lalu Juni mulai memasukkan kontolnya ke dalam mulutnya dan,Ohh.. iihh.. hisapannya benarbenar luar biasa, tidak pernah saya rasakan sebelumnya dengan wanita manapun. Dia sangat pandai dalam mempermainkan kontol saya. Kadangkadang dikulum bagian kepalanya lalu bagian bawah kepala lalu buah zakarku dan kadang kadang pula disertai remasan yang tidak terlalu pelan tetapi tidak terlalu keras.

Hal itu benarbenar membuat saya merasa kenikmatan bercinta.Hisapan Juni yang luar biasa itu membuat saya ingin segera memulai permainan yang sesungguhnya. Akhirnya saya bangkit berdiri dan membaringkan Juni. 

Saya menyempatkan mencium bibir Juni, meremas dadanya dan mencium memeknya.Dan rupanya memeknya sudah kembali basah. Setelah itu saya mengambil posisi yang tepat untuk memasukkan kontol saya ke memek Juni . Tetapi Juni memperingatkan saya untuk memakai kondom. Lalu saya mengambil kondom yang tadi sudah saya beli dan segera memasangkan pada kontol saya.

Setelah siap, Juni yang sedang berbaring mengambil bantal untuk ditaruh di bawah pantatnya dan saya segera duduk dan siap untuk menembakkan kontol saya ke arah memeknya. Pertama kali saya menyodokkan kontol saya, tidak masuk. 

Lalu untuk kedua kalinya saya menyodoknya masuk dan rupanya tepat sasaran masuk ke dalam memek Juni.Saya memasukkannya perlahanlahan mulai kepalanya, lalu masuk setengahnya dan akhirnya masuk seluruhnya, dan ketika saya mulai memasukkannya hal tersebut membuat Juni menjerit kenikmatan. Saya dan Juni sama sama bergoyang penuh kenikmatan.

Kadang kadang saya meraba raba dadanya atau bulu memeknya sambil tetap mengeluarmasukkan kontol saya ke dalam memek Juni dan memastikannya kontol saya tidak keluar dari sarungnya.Setelah 10 menit kemudian Juni meminta saya untuk mengganti posisi. Dia menyuruh saya berbaring lalu dia duduk di atas sambil bergoyang. Katanya posisi itu membuat dia cepat mencapai puncak klimaksnya.

Dalam posisi itu kadangkadang kami saling berpagutan, lalu aku merabaraba dadanya yang sangat saya sukai bentuknya dan ukurannya.Tidak lama kemudian terasa di kontol saya yang berada di dalam memek Juni ada cairan kenikmatan. 

Rupanya Juni telah mencapai klimaksnya untuk yang kedua kalinya. Semenit kemudian saya merasa juga akan mencapai klimaksnya maka saya mulai menggerakkan badan saya dengan cepat dan Croott.. sperma saya keluar dengan banyak dan segera saya cabut kontol saya yang bersarung itu dari memek Juni.

Lalu Juni melepas kondom yang saya gunakan itu dan kemudian dia menjilat kontol saya. Sejenak kami hening merasakan kenikmatan yang baru kami rasakan dan akhirnya kami tertidur. Saya dan Juni melakukan kegiatan seks itu sebanyak delapan kali.



ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Monday, October 21, 2019

Rupanya Tanteku Mengeluarkan Cairan Dari Dalam Liang Kewanitaannya - LapetBecek

Rupanya Tanteku Mengeluarkan Cairan Dari Dalam Liang Kewanitaannya - LapetBecek


Pagi ini aku sedang membereskan pakaianku untuk dimasukkan ke dalam koper, Ayahku memperhatikan dengan wajah sedih karena aku satu-satunya anak lelakinya harus pergi demi meraih masa depanku. Aku akan tinggal di Surabaya bersama Tante dan Oomku.


“Papa harap kamu bisa menjaga diri dan berbuat baik, menurut pada Oom Benny dan TanteLenny..” kata papaku.

Aku hanya diam menoleh menatap papaku yang nampak kurang bersemangat karena kepergianku, lalu kupeluk papaku.

“Saya tidak akan mengecewakan Papa..” kataku sambil menuju ke pintu.

Aku naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika sudah di atas bus, aku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya sambil berharap semoga cita-citaku dapat tercapai. Sesampainya di terminal, aku melanjutkan dengan naik angkot menuju perumahan mewah di daerah Darmo.
“Apa ini rumahnya..?” kataku dalam hati.

Nomornya sih bener. Maklum aku belum pernah ke rumahnya.

“Gila.., ini rumah apa istana..?” gumamku bicara pada diriku sendiri.

Aku segera menekan bel yang ada pada pintu gerbang. Beberapa saat kemudian pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.

“Cari siapa ya..?” tanyanya.

“Apa betul ini rumah Oom Benny..?” tanyaku balik.

“Ya betul.. sampean siapa?” tanyanya lagi.

“Saya keponakan Oom Benny dari Jember.”

“Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean pasti Den Welly, kan..? Tuan sedang keluar kota, tapi Nyonya ada lagi nungguin.”

Sekejap aku sudah berada di ruangan dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba lux. Tak lama kemudian seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi muncul dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya sekitar 35 tahunan, tapi bagikan seorang gadis yang masih perawan.

Dia tersenyum begitu melihatku, “Kok terlambat Well..? Tante pikir kamu nggak jadi datang..” ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.

“Iya Tante.. maaf..” jawabku pendek.

“Ya sudah.., kamu datang saja Tante sangat senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!” perintah Tante Lenny pada Bowo.

Lalu aku mengikuti Pak Bowo menuju sebuah kamar yang ada di bagian bawah tangga. Aku cukup senang menempati kamar itu, karena aku langsung tertidur sampai sore hari. Ketika bangun aku segera mandi, lalu berganti pakaian. 

Setelah itu aku keluar kamar hendak jalan-jalan di halamanbelakang yang luas. Ketika sedang asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore itu mengenakan kimono dengan rokok di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

“Oh Tante..” sapaku kikuk.

Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletis karena sering berenang, fitness, dan aku memang mempunyaiwajah yang lumayan ganteng.

“Kamu sudah mandi ya, Wel..? Tampan sekali kamu..” kata tanteku memuji.
Aku kaget bukan main ketika ia mendekatiku, tangannya langsung mengelu-elus penisku, tentu saja aku jadi salah tingkah.

“Saya mau ke kamar dulu Tante..” kataku takut kalau nanti dilihat Oom Benny.

“Tunggu sebentar Wel, Tante ingin minta tolong mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo waktu turun tadi..” kata Tante Lenny sambil merengek.

Lalu dia duduk seenaknya, hingga kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan bagian dalam tante terlihat olehku. Gila.., ternyata ia tidak memakai CD, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di sekitar kemaluannya seperti habis dicukur.

Aku menahan nafas dan mencoba mengalihkan pandangan, tapi Tante Lenny yang tahu hal itu malah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menunjukkan bagian yang sakit. Aku terpaksa melihat betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.

“Tolong diurut ya Wel.., tapi pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.

Terpaksa aku memijit betis tanteku, meskipun hatiku cemas dan bingung. Apalagi ketika aku mencuri pandang melihat paha dan selangkanganya, sehingga nampak sekilas bagian yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku sambil tersenyum genit, aku semakin bingung dan malu.

Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Oom Benny. Sudah tiga Hari Oom Benny belum pulang juga, padahal aku ingin bertemu dengannya, sedangkan tiap malam aku diminta oleh tante untuk menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang disuruh menemani menonton VCD porno. Benar-benar gila.Hingga pada suatu malam tanteku merintih kesakitan. Waktu itu tante sedang nonton TV sendirian.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Tiba-tiba wanita itu memekik, “Achh.., aduh.., tolong Wel..!” keluhnya sambil memegangi keningnya.
“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget dan khawatir.

“Kepala Tante agak pusing.., aduh.. tolong bawa Tante ke kamar Wel..!” keluh tante sambilmemegangi kepalanya.

Aku jadi kebingungan dan serba salah.

“Saya panggil Pak Bowo dulu ya Tante..?” usulku sambil ingin pergi.
Tapi dengan cepat tanteku melarangnya, “Nggak usah, lagi pula Pak Bowo Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.”

Aku jadi bertambah bingung. Terpaksa kutuntun tanteku untuk naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, aku jadi gemeteran sambil terus menaiki tangga.Sesampainya di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi itu dengan telentang. Aku menarik napas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut itu melarangku.

“Kamu mau kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., tolong pijitin Tante.. Wel..!”
Mendengar itu seluruh tubuhku jadi teringat pesan papa agar menuruti perkataan Oom dan Tanteku.

Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku telah melepas kimononya. Dan kini hanya tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat membuat nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang itu membuat penisku mulai tegang, karena aku belum pernah melihat keindahan tubuh wanita dalam keadaan telanjang seperti ini, apalagi tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis mengundang nafsu dan birahiku, dan penisku semakin dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang.

Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Wanita yang hipersex itu dengan cepat melucuti seluruh pakaianku.

“Jangan Tante.., jangan, saya takut..” pintaku sambil mau memakai pakaianku kembali.
“Kalo kamu menolak, Tante akan teriak dan mengatakan pada semua orang bahwa kamu mau memperkosa Tante..” ancam tanteku.

Aku hanya terdiam dan pasrah. Wanita itu kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam penisku, aku langsung membalas ciumannya dan mulai menjilati payudaranya, lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.

Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga penisku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat kemaluannya yang mulai basah itu.

“Ahh.., aahh.., ayo terus jilat Wel..! Jangan berhenti..!” erang tanteku keenakan.

Rupanya tanteku mengeluarkan cairan dari dalam liang kewanitaannya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. Aku semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, bahkan sampai ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini aku berdiri dan tante jongkok sambil mengulum penisku yang sudah sangat tegang.

Ternyata tanteku pandai sekali menjilat penis, tidak sampai lima menit aku sudah keluar.
“Ahh.., ayo Tante.., terus jilat sayang.., acchh..!” desahku sambil kudorong keluar masuk di mulutnya penisku yang besar ini.

“Tante mau keluar nih.., achh.. yeahh..!” erangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.
Tante menelan semua maniku, bahkan masih mengocoknya berharap masih ada sisanya.

Setelah beberapa saat penisku mulai bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya penisku masuk ke liang kewanitaannya. Kali ini aku di atas dan tante di bawah. Agak susah sih, mungkin sudah lama tidak service oleh Oom Benny. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan hingga masuk semuanya ke dalam.

“Ayo Wel..! Gerakin dong Sayang..!” pinta tanteku sambil menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah karena ia sekarang berada di bawah.

Akhirnya kudorong keluar masuk penisku dengan gerakan yang cepat, sehingga semakin keras erangan tanteku.

Beberapa saat kemudian aku sudah ingin keluar, “Aahh..! Tante.., Welly udah mau keluar.., ahh..!” kataku.

“Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., fuck me Wel..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!”

Rupanya tanteku juga hampir orgasme. Rasanya seperti ada yang memijat-mijat penisku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku sambil kemaluannya mengeluarkan cairan yang menyemprot penisku. Tidak lama aku juga mengeluarkan air mani dan spermaku di dalam vaginanya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas.

“Hebat bener kamu Wel.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa..!” tuturnya dengan nafas terengah-engah.

Aku diam tak menjawab, tapi dalam hati aku merasa bersalah telah berhubungan dengan tanteku dan takut ketahuan Oom Benny. Tante turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.

“Bagaimana kalau Oom Benny sampai tahu, Tante..? Saya takut.., saya merasa berdosa..” kataku lemah.
Tapi tanteku malah tersenyum dan memelukku dengan mesra.

“Asal kamu tidak memberitahu orang lain, perbuatan kita aman. Lagi pula Oommu itu udah nggak bisa melakukan hubungan badan sejak lama. Dia itu impotent, Wel..!” tutur wanita tanpa busana yang penuh daya tarik itu.

“Jadi semua ini Tante lakukan karena Oom Benny tidak bisa menggauli Tante lagi, ya..?” tanyaku.

“Ya. Bukan sekali ini saja Tante melakukan hal seperti ini.., sebelum sama kamu, Tante pernah melakukannya dengan beberapa teman bisnis Oommu. Terus terang Tante nggak tahan kalau seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..” tutur Tante.

Aku jadi geleng kepala mendengar penjelasan tanteku. Lalu aku bergerak mau pergi, tapi dengan cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.

“Well.., kamu harus bersihkan badanmu dulu.., mandilah supaya segar..!” ucapnya lembut.
Aku tak menjawab hanya menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih namun puas juga.



ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia