Monday, September 23, 2019

Dengan Posisi Jongkok Mbak Ati Terus Memompa Batangku - LapetBecek

Dengan Posisi Jongkok Mbak Ati Terus Memompa Batangku - LapetBecek


Pertama-tama perkenalkan nama saya Harnowo, berasal dari sebuah kota J di Jawa Tengah. Sekarang ini saya bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Adapun kisah ini terjadi kurang lebih 6 tahun yang lalu saat saya masih kuliah tingkat akhir di kota yang sama.


Sebagaimana kebiasaan kota-kota di Jawa Tengah dimana masyarakatnya hidup saling membantu, demikian juga dengan keluarga saya. Sebagai salah seorang yang memiliki kedudukan relatif tinggi di kantor-nya, bapak saya memiliki beberapa anak buah, yang pada saat ada acara-acara keluarga seperti syukuran, arisan, dll datang ke rumah untuk membantu tanpa diminta sekalipun.

Dari beberapa anak buah bapak saya yang sering berkunjung itu ada seseorang yang sering saya perhatikan, sebutlah namanya Mbak Ati yang berusia kurang lebih 8 tahun diatas saya. Orangnya biasa-biasa saja, tidak terlalu cantik bahkan, tetapi menurut saya memiliki sex appeal yang tinggi. 

Perawakannya, menurut istilah Jawa lencir, artinya badan agak kurus namun tinggi semampai dengan buah dada tidak begitu besar tetapi mengkal. Dari beberapa kedatangan ke rumah saya itulah saya semakin akrab dengan Mbak ati, yang untungnya juga sangat supel untuk bergaul dengan siapa saja, mungkin juga karena saya anak boss-nya.

Sebagai informasi, Mbak Ati berasal dari kota B yang berjarak 50 km dari kota saya, sehingga di kota J itu dia ngekos dan setiap akhir minggu harus bolak-balik untuk menjenguk suami dan anaknya yang terpaksa ditinggal di kota B. Adapun suaminya bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi, dan di kota B suami dan anak Mbak Ati tinggal bersama dengan orang tua Mbak Ati.

Kejadian antara saya dengan Mbak Ati berawal dari kedatangan Mbak Ati bersama salah seorang teman kantornya, yang terus terang saya lupa namanya ke rumah. Hari dan tanggal-nya juga saya lupa, cuma yang saya ingat adalah hari itu adalah selang beberapa hari setelah lebaran. Pada siang itu saya sedang sendirian berada di rumah, dimana saudara-saudara dan orang tua saya sedang bepergian. Maklumlah saat itu saya sedang melakukan penulisan skripsi sehingga banyak waktu di rumah.

“Bapak-Ibu ada Mas” tanya Mbak Ati

“Enggak ada Mbak” jawab saya, sambil menerangkan bahwa kedua orang tua saya sedang pergi semenjak pagi, sehingga mungkin siang ini sudah pulang.

“Apa mau ditunggu?” tawar saya kepada mereka.

Mereka lalu mengangguk setuju dengan asumsi orang tua saya akan pulang +/- 1 jam lagi.

Kemudian mereka masuk dan duduk lesehan di ruang keluarga rumah saya. Sebagai seorang tuan rumah yang baik, saya tinggal mereka sebenatar untuk membuatkan minuman dan menyuguhkan makanan ringan. Setelah itu kami ngobrol ngalor-ngidul sambil nonton TV yang berada di ruangan tsb.

Selang 15 menit kemudian teman Mbak Ati pamit untuk ke belakang sebentar, sehingga tinggallah kami berdua. Sebagai seseorang laki-laki yang udah lama memperhatikan dan ada kesempatan berdua dengan Mbak Ati, saya keluarkanlah segala kenekatan saya. Sampai sekarang saya selalu tersenyum sendiri mengingat hal tsb. Saya dekati Mbak Ati dengan deg-degan.

“Mbak?” tanya saya,

“Apa?” jawab Mbak Ati

terus diam sebentar, setelah itu ..

“Boleh cium enggak?” kata saya tiba-tiba,

saat itu Mbak Ati diam aja, ya udah saya anggap berarti boleh.

Kemudian saya cium pipinya kanan kiri berulang kali.

Mbak Ati cuman berkata “ati-ati kalau kelihatan temen lho, khan gak enak”.

Demi kehati-hatian pula saya lalu ke belakang untuk memantau aktivitas temen Mbak Ati. Setelah merasa aman, karena temen itu buang air besar maka saya kembali lagi ke ruang keluarga.

“Aman kok Mbak” terang saya sambil menjelaskan keadaan.

Kemudian saya ciumin lagi pipinya sekali lagi, setelah itu saya tingkatkan mencium bibirnya. Seperti biasa, pertama-tama ada perlawanan dari Mbak Ati mungkin karena kaget. Namun demikian setelah itu bibir dan lidah kami saling berpagutan. Yang saya ingat waktu itu adalah lipstik yang dikenakan Mbak Ati nempel di bibir saya, sehingga saya harus membersihkan dengan kaos saya hahahaha.

Sambil mengungkapkan kekaguman saya akan bentuk tubuhnya yang lencir, tidak lupa tangan saya kemudian menjelajahi buah dadanya dari luar. Ukurannya tidak begitu besar, mungkin 34A, namun masih mengkal. Tidak puas dengan itu, tangan kanan kemudian saya masukkan ke dalam BH-nya sambil memilin-milin putingnya. Karena ini pengalaman pertama, memang rasanya sulit untuk dilukiskan. Pokoknya benar-benar baru memegang sesuatu yang empuk dan kenyal.

Mengingat kami harus berati-hati agar tidak ketahuan teman-nya Mbak Ati, maka saya memutuskan untuk menghentikan serangan. Saya anggap hal tsb. cukup sebagai awalan, yang penting Mbak Ati enggak menolak kalau saya cium dan pegang buah dadanya.

Setelah menunggu selama 1 jam, dimana kedua orang tua saya juga belum kembali, maka Mbak Ati dan temannya memutuskan untuk pulang sambil berpesan agar menyampaikan kepada ortu bahwa mereka berdua tadi telah datang berkunjung.

Selang beberapa waktu setelah kejadian itu, Mbak Ati masih sering berkunjung ke rumah saya untuk sekedar membantu acara keluarga atau kantor, maupun sekedar main-main. Oh iya Mbak Ati memiliki hobi fitnes di sebuah tempat yang berjarak 200 meter dari rumah saya, sehingga setelah selesai sering main ke rumah.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Selang beberapa bulan kemudian baru ada kejadian yang kurang lebih sama dengan kejadian diatas. Hal itu dimulai dengan hampir berakhirnya masa berlaku SIM saya. Mengingat ada saudara Mbak Ati yang bekerja di kepolisian, maka pada saat mengurus perpanjangan SIM, saya meminta bantuan Mbak Ati. Dan Mbak Ati-pun menyetujuinya.

Beberapa urusan yang berkaitan dengan administrasi telah diselesaikan oleh saudara-nya Mbak Ati, dimana saya hanya perlu datang untuk pengambilan foto saja. Karena saya belum kenal dengan saudara-nya itu, saya datang bersama dengan Mbak Ati dengan terlebih dahulu saya jemput dia dengan mobil ke kantornya. 

Setelah foto, Mbak Ati meminta bantuan saya untuk mengantar dia ke suatu tempat yang lumayan jauh untuk suatu urusan yang penting, mumpung ada mobil katanya. Adapun SIM yang hampir jadi nanti akan diantarkan oleh dia sendiri ke rumah.

“Wah kesempatan lagi nih” pikir saya agak nekat lagi. Kemudian saya ajak ngobrol mengenai kejadian yang telah kami lakukan beberapa bulan sebelumnya. Dia mengatakan enggak apa-apa. Jawaban lain yang saya peroleh malah tidak saya duga, dimana dia mengatakan memiliki beberapa koleksi majalah porno. 

Tidak saya sia-siakan tawaran itu, kemudian kami ke kos Mbak Ati terlebih dahulu mengambil majalah tsb. Didalam mobil sambil menyetir saya melihat-lihat majalah tsb. Mbak Ati melihat sambil senyum-senyum. Namun karena saya pikir melihat majalah-nya dapat dilakukan di rumah saja, maka sebaiknya saya lebih memanfaatkan kesempatan berdua yang ada.

Sehingga tangan kiri saya mulai saya tempelkan ke paha Mbak Ati. Karena tidak ada penolakan, maka saya teruskan sampai daerah pangkal pahanya. Yang saya inget waktu itu Mbak Ati mengenakan 2 buah celana dalam secara bersamaan. Sehingga serangan saya agak tersendat. Setelah dijelaskan, bahwa dia memakai 2 CD, maka dengan leluasa tangan saya dapat menyentuh daerah kewanitaannya. 

Selama perjalanan tangan kiri saya banyak berkutat di daerah tsb. sehingga semakin lama semakin basah. Kadang-kadang saya tarik untuk sekedar ganti persneling atau mencium bau daeah kewanitaan. Woow seperti ini ya baunya vagina. Rasanya kayak nano-nano, ramai campur aduk.

Setelah selesai urusannya, Mbak Ati saya antar kembali ke kantornya. Suatu pengalaman baru telah bertambah lagi.

Malam harinya, Mbak Ati datang ke rumah saya mengantarkan SIM yang telah jadi, sesuai dengan janjinya pada siang tadi. Selang beberapa waktu setelah Mbak Ati datang, saya juga tidak mengerti mengapa semua serba kebetulan, kedua orang tua saya akan pergi ke acara kondangan. 

Sehingga yang ada dirumah tinggal saya, Mbak Ati dan seorang adik saya yang masih kecil. Meneruskan acara siang tadi, setelah orang tua saya pergi, Mbak Ati saya tarik ke dalam kamar saya. Pada saat itu adik saya sedang belajar di kamarnya. 

Dengan sedikit protes, namun tidak saya hiraukan, kami kemudian berciuman bibir dengan hebat. Teknik tarik menarik lidah diperkenalkan oleh Mbak Ati kepada saya. Rasanya benar-benar sangat mengasyikkan.

Sambil melakukan ciuman lidah, tangan saya bergerilya ke sekitar buah dada yang tiada bosan-bosannya saya pegang dan kemudian juga sekitar daerah selangkangannya.

Selang beberapa menit kemudian, tanpa pernah ada kata-kata yang keluar, saya lepaskan seluruh pakaian yang menempel pada tubuh Mbak Ati. Benar-benar suatu pemandangan yang sangat indah. Yang menjadi perhatian utama saya adalah bentuk vagina-nya. 

Benar-benar mengejutkan, tanpa ada bulu yang menempel sedikitpun. Waktu saya tanya, dia menjawab semenjak kecil memang tidak tumbuh bulu sedikitpun di daerah vaginanya. Karena penasaran saya teliti detail daerah vagina-nya. Setelah puas baru saya ciumin bagian dalemnya. 

Mbak Ati cuman merintih-rintih namun tidak bersuara. Baunya benar-benar kayak nano-nano, sulit untuk digambarkan. Saya yakin para pembaca pernah mengalaminya sendiri. Namun untuk memperoleh yang vaginya tanpa bulu sedikitpun, saya pikir itu adalah pengalaman yang langka. 

Setelah puas menciumi vaginanya, saya meminta Mbak Ati untuk melakukan oral terhahap kemaluan saya. karena itu adalah pengalaman pertama rasanya benar-benar sangat mengasyikkan. Sehingga dalam hitungan menit pertahanan saya jebol. Kejadian yang tidak saya duga adalah Mbak Ati melahap semua air mani saya.

Mengingat karena Mbak Ati belum puas banget, sedangkan saya sudah lemas, maka saya kemudian menciumi lagi daerah vagina Mbak Ati yang sangat antik tsb. Kurang lebih 20 menit saya ciumin dan akhirnya dengan lamat-lamat setelah Mbak Ati mengucapkan “Ahh” saya akhiri oral sex tsb.

Sadar bahwa kami tidak sendirian di rumah, maka untuk sementara kami cukupkan acara pada malam itu sambil saling berbisik untuk melakukan hal-hal yang lebih asyik pada kesempatan lain.

Mungkin cukup sekian dulu untuk artikel Cerita Dewasa Terbaru yang telah saya berikan kepada sobat sekalian pengunjung setia blog ini, dan semoga saja info atau artikel mengenai Cerita Dewasa Terbaru Mbak AtiKu Tersayang ini bisa bermanfaat untuk sobat sekalian yang memang sedang mencari nya. Sekian dan terima kasih sudah berkunjung.


ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Sunday, September 22, 2019

Terus Pompa Tempek Tante Ku Sambil Meremas Toketnya - LapetBecek.

Terus Pompa Tempek Tante Ku Sambil Meremas Toketnya - LapetBecek.


Ini adalah pengalaman saya dengan Bu Edi, tetangga saya, Waktu itu kira-kira jam 9 pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…


Trus sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah bu Edi…
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”

Aku pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu begitu seksi dengan menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku dalam hati

“Ini bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Saya dobel aja, kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan.

“Oalah….kenapa kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa dipakai dulu…” katanya.

“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Daripada ntar kepakai bln depan saya jd bingung bayarnya….” Jawabku.

“Mas leo ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.

“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.

“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas leo mau minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.

“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.

“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.

“Boleh deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum.

Ibu Edi pun langsung masuk kedapur, Sementara aku hanya terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang.

Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”

“Terima kasih bu..” Jawabku.

Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah krn daster bu edi agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Aku merasakan ****** aku mulai membesar melihat pemandangan yahud ini…

“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”

Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.

“Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu edi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg menganga..

“Lho kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg begitu menantang..

Nampaknya bu edi mengetahui aku menyelidiki dadanya yg sekal itu..Namun bu edi hanya tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu edi tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal.

Tiba2 bu edi menyentuh pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup

“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku.

“Suka ya???” Tanyanya lagi
“Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.

“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi langsung melumat bibirku dan tangannya meramas-remas ****** ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu edi, yang selalu jadi fantasi sex ku. 

Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya hanya aku liatin saja. Kami saling melumat dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menelusup dari sela-sela daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.

“Terus mas leo…ssshhs, enak banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang melekat.

“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mencium bibirku.

Bu edi langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi kini tinggal berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Kini bu edi telah telanjang bulat dihadapanku…

“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas sampai bawah. Tubuh bu edi memang sangat mulus, kulitnya putih, payudaranya begitu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, begitu indah dengan klitoris yg menonjol, serta tidak ada satu helaipun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.

“Kok malah bengong mas leo….sini dong”

Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.

“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku jg tak lepas dari jilatan bu edi.

Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu enak banget bu, terus bu.

Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.

Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku….

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

“ahh….Terus bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi terlihat penuh. Sesekali bu edi menggunakan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat.

Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku.

Ternyata bu edi sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara bu edi sambil aku jilat lehernya. Payudara nya jg tak luput dari jilatan dan remasanku sampai aku mulai mengulum putingnya. Bu edi hanya mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh nikmat karenanya….

Perlahan aku baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.

Aku pun menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yg bercampur lendirnya..

Aku pun mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan.

Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”

Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..

“Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih.

Bu edi keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku..

Bu edi pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali basah dan aku terus mengelus elusnya.

Aku pun memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..

“Shh..uhf.. nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..cepet mas aku udah ga tahan nih..gatel banget rasanya.”

Bu edi pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat menyentuh payudaranya…

Kini bibir memek bu edi muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot. Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu edi dan mulai menggesek-gesekannya..

”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk ke dalam vagina bu edi yang sudah basah.

“Ouhhhh….pelan-pelan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu edi masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus memek bu edi…semakin lama semakin cepat..

“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu edi…lalu aku kulum putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu edi meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..

“Ouh..aku keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,”
Aku pun membalikkan badan bu edi dan ternyata bu edi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..nikmat banget ”

Aku terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan..

”Ouh..ahh..terus mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Aku pun merasa ada yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli lagi dengan beda usia kami. 

Aku panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi.

“Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Aku merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..

“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya…..
“makasih mas……enak bgt…..” ujar bu edi.

“Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi.

“mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..

Kami pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu edi melumat bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 ciuman kami.
“Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku maikan puting payudaranya….

Aku pun pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan tapi di rumah lagi ada anak-anaknya. Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu edi puas dengan pelayanan yang aku berikan…




ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Saturday, September 21, 2019

Lidah Nakalnya Terus Memainkan Itilku Sambil Sesekali Dihisap - LapetBecek

Lidah Nakalnya Terus Memainkan Itilku Sambil Sesekali Dihisap - LapetBecek


Ini cerita nyata. Aq sangat menyesal melakukan berbuatan hina ini.. hanya karena nafsu semata aq harus menghianati suamiku. Sebut saja namaku Fira (30 thn) seorang ibu rumah tangga dengan 1 anak yg bekerja di sebuah RS swasta di kota Semarang sebagai seorang perawat.


Kisah perselingkuhanku ini terjadi beberapa bulan yg lalu dengan teman seprofesiku yg bernama Dani.
Sebelumnya aq dengan Dani (26 thn) sudah kenal baik sejak dua tahun yg lalu saat dia di terima bekerja di rumah sakit yg sama denganku. Aq dan Dani mulanya hanya kenal-kenal biasa saja, karena aq bekerja pada shift yg berbeda.

Namun setelah hampir setahun lamanya aq dipindahkan ke shit yg sama dan satu unit kerja dengan Dani. Sejak itulah aq mulai dekat denganya, bahkan saat berangkat kerja maupun pulang kerja kami selalu bersama, aq tdk khawatir karena suamiku juga tau dan mengijinkan aq berangkat dan pulang berama Dani.

Dengan kedekatan inilah yg akhirnya menimbulkan benih-benih cinta antara aq dan Dani. Dan di sinilah awal kesalahanku, entah kenapa saat itu aku tdk mampu menolak pernyataan cinta Dani kepadaku padahal aq sudah berkeluarga. Mungkin saat itu aq berpikir kami hanya menjalani hubungan cinta biasa sehingga aq tak terlalu bepikir negatif tentang Dani.

Hubunganku dengan Dani berlanjut dan makin lama makin dekat, awalnya untuk menunjukkan rasa cinta kami hanya sekedar berpelukan dan ciuman saja, tapi lama kelamaan Dani mulai berbuat nakal padaku terutama bila masuk shift malam, mungkin krena keadaan ruang kerja yg sepi sehingga Dani berani berbuat nakal padaku.

Aq masih ingat dengan kejadian itu yg bermula saat kami akan memulai kerja shift malam, seperti biasa aku ganti baju kerja dulu di ruang perawat, kami datang terlambat tentunya ruang itu sepi karena perawat yg lain sudah di unitnya masing-masing. 

Aq mengira Dani masih berada du luar ruangan, sehingga aq santai saja melepas baju tanpa menutup pintu kamar ganti. Saat badanku hanya tetutup celana dalam dan bh saja dengan tiba-tiba Dani masuk ke kamar ganti dan langsung memelukku dari belakang, aku sempat terkejut namun aq hanya diam saja saat aq tau yg memelukku adalah Dani.

Tak hanya memeluk dia pun mulai meraba dan meremas toketku dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya merayapi daerah selangkanganku. Jari-jarinya yg nakal langsung memainkan lubang memekku.

“Ohh.. Fira sayang malam ini kamu sungguh cantik sekali, tubuhmu sangat indah… ohh.. Fira… aq sangat mencintaimu”. kata-kata rayuannya langsung membiusku sehingga aq tdk sadar kalau Dani sudah melepas celananya dan melepas celana dalamku.

Aq hanya bisa menuruti saja saat Dani menyuruhku bersandar di sebuah meja dengan posisi nungging, setelah itu aq merasakan ujung penis Dani sudah menempelkan di bibir memekku, aku berusaha memegang penis itu agar tdk di masukkan di lubang memekku, tapi terlambat… dengan posisi nungging dan direntangkan kedua kakiku tentunya bibir memekku jadi terbuka lebar… sehingga dengan sekali tusuk Dani berhasil memasukkan batang penisnya ke lubang memekku.

Blezzzz…. slhepp…

“Ouugghhh… Fira…. lubangmu sungguh nikmatttt.. empuk dan panas…” Dani langsung mendesah dan meujiku saat berahsil memasukkan batang penisnya ke lubang memekku.

Sekali lagi aq terbuai oleh oujiannya.. sehingga aq yg mulanya mau menolak malahan merasa senang saat Dani mulai menggenjot keluar masuk lubang memekku dan akupun mulai mendesah keenakan…

“Aaghh.. oohhh.. oohhh..” makin lama Dani makin mempercepat genjotanya selain itu tanganya yg nakal terus memiankan toketku yg montok dan akupun sudah tak bisa menahan lagi… lalu… Crett.. crett.. crett

“Arrrgghhhh.. ohhh..ohhhhh.. Dani sayangggg… penismu nikmat sekali… aq dah keluar sayang…” lalu Dani menghentikan genjotanya untuk memberiku kesempatan beristirahat.

Sambil memulihkan tenaga, Dani menyuruhku duduk di kursi sambil menyepong batang penisnya yg masih tegak mengeras, aq menurutinya. Aq dengan semangat mengulum dan menjilati batang penisnya yg ukuranya lebih besar dari milik Mas Adit (34 thn) suamiku.

Setelah melihat tenagaku pulih Dani kembali menusukkan batang penisnya ke lubang memekku dengan posisi berdiri dan saling berhadapan.

Slheppp… Blhessss.. dengan mudahnya batang penis Dani masuk di lubang memekku yg sudah becek dan licin oleh lendir kenikmatanku. kressek.. kressek.. rambut kemaluanku yg lebat dan hitam menjadi mainan jari nakalnya Dani.

“Aaghh.. ohhh.. oohhhh ” sungguh nikmat sekali

Namun baru beberapa genjotan, tiba-tiba alarm ruang kerja berdering sebagai tanda mulai kerja di ruang pasien. Dani tampak kecewa karena hasratnya belum terpenuhi karena kami harus segera menyudahi persetubuhan.

Kami berdua langsung membersihkan badan kami di kamar mandi dan segera berpakaian. Saat keluar dari ruang ganti wajah Dani tampak murung, aq segera menyapanya…

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

“Sudahlah sayang jangan murung gitu.. aq tau kamu masih ingin dilanjutkan, tapi hal itu nggak mungkin karena bisa ketauan pengawas… aq janji deh lain kali bakal bikin kamu puas…”

Pernyataanku ini akhirnya membuat Dani kembali tersenyum…

“Makasih ya sayang, kamu bener-bener pengertian, ok deh lain kali kita lanjutin lagi.”

3 hari setelah kejadian di ruang ganti itu Dani menagih janjiku, saat itu kami masuk siang. Saat itu sekitar jam 11 siang Dani sudah datang kerumahku, padahal kami masuk kerjanya jam satu siang, kondisi rumahku sepi. 

Suamiku sdh berangkat kerja, sementara anakku belum pulang sekolah. Aq sebelumnya tdk mengetahui kalau Dani telah merencanakan hal itu. Sesaat setelah masuk rumah Dani langsung menemuiku yg baru selesai mencuci baju.

“Ehh Dani.. tumben jam segini sudah datang, ada apa..?”

“Nggak ada apa-apa Fira sayang, cuma mau nagih janjimu…”

Aq saat itu masih bingung, sehingga aq tak memperdulikannya yg berdiri di hadapanku, sambil melangkah menuju dapur akupun menanyakanya,

“Eman aq punya janji apa sama kamu..?” Dani cuma senyum sambil mendekatiku kemudian memelukku.
Dani langsung menyelipkan tanganya ke dalam rok dan jari-jari nakalnya langsung mengelus-elus kemaluanku yg masih mengenakan celana dalam. Sambil berkata…

“Fira sayang.. kamu kan belum bikin aq puas malam itu..” akhirnya aq ingat juga.

“Dani, tunggu sebentar.. ada apa algi fir..?” tanya Dani sambil menghentikan elussanya di kemaluanku.

“Aq belum mandi.. pasti kamu nggak mau ngentot kemaluanku yg masih bau…” Dani kembali tersenyum sambil menjawab,

“Kalau gitu kita mandi bersama aja Fira sayang biar lebih hot…”

Akhirnya kami berdua segera melepas pakaian masing-masing, dalam kondisi telanjang kami berdua melangkah menuju kamar mandi. Di kamar mandi kami berdua saling mengguyur badan kami dan saling menyabuni. Dengan sabun kami saling mengusap kemaluan kami sehingga akhirnya kami sama-sama terangsang. Segera saja kami guyur badan kami hingga bersih dari sabun.

Setelah itu Dani menyuruhku menungging sambil tanganku berpegangan pada pinggiran bak mandi. Dari belakang Dani langsung menusukkan batang penisnya ke lubang memekku dan langsung menghujam,

“Blesss.. slepp.. slepp.. oghhh..ohhh..” Sodokan penis Dani benar-benar nikmat, Dani sangat lihay memainkan gairahku dengan meremas-remas buah dadaku bergoyang-goyang tak beraturan karena hentakan pantat Dani yg kuat, beberapa menit kemudian… Crett.. crett.. cretttt.. aq mencapai orgasme, badanku langsung lemah.

Setelah melepas lelah sebentar Dani kemudian mengajakku melanjutkan pertempuran di kamar, dan aq menuruti. Di atas ranjang segera ku rebahkan badanku, aku hanya bisa pasrah saja apapun yg akan dilakukan oleh Dani. 

Dani langsung menindihku dengan posisi 69 dan langsung mengarahkan batang penisnya ke mulutku. Aq tau apa yg di inginkan Dani, langsung aja ku hisap dan kujilati penisnya, sementara itu, di kemaluanku Dani juga melakukan hal yg sama. Lidah nakalnya terus memainkan itilku sambil sesekali dihisap-hisap, rasanya nikmat luar biasa.

Setelah puas dengan itu Dani langsung menusukkan batang penisnya ke lubang memekku. Masih dalam posisi terlentang aku menikmati permainan Dani yg perkasa itu. Penisnya yg panjang dan besar tampak jelas menggenjot keluar masuk lubang kemaluanku. Dengan kondisi birahi yg melambung tinggi semacam itu aq lupa bahwa sebenarnya aq sudah berkeluarga. Yg di dalam pikiranku hanyalah bagaimana caranya terus menikmati gairah itu.

“Slhepp.. slhepp.. ohhhh…. ohhhhh… aaghhhhh… ouuuhhhh” nikmatnya benar benar luar biasa.
Bermacam-macam gaya sex di praktekan oleh Dani, ini adalah pengalaman baru buatku karena saat bersetubuh dengan suami aq hanya terlentang saja dan pasrah sampai suami puas.

Bersama Dani sangat berbeda, karena aq dilibatkan untuk aktif dalam persetubuhan itu, bahkan Dani juga mengajariku bermain di atas, entah berapa kali aku mengejang karena orgasme. Stamina Dani memang luar biasa.. mungkin seperti kuda.

Didalam kamarku itu aq dan Dani sama-sama mendapatkan kenikmatan dan kepuasan yg luar biasa hingga kami berdua kelelahan. Setelah staminaku kembali pulih kami kembali mandi bersama dan langsung berpakaian seragam. 

Untung kami menuntaskan tepat waktu, karena setelah kami dalam kokndisi rapi anakku pulang dari sekolah yg di antar suamiku sekalian istirahat siang. Kamipun bertingkah biasa saja seolah tdk terjadi apa-apa, sehingga suamiku tdk curiga.

Setelah makan siang kami pun bernagkat kerja dengan berboncengan motor Sepanjang perjalanan kupeluk erat Dani sambil ketempelkan kemaluanku ke pantatnya. Walaupun tertutup pakaian kami aku tetap merasakan getaran yg berbeda.

Sejak saat itulah aq sering bersetubuh dengan Dani, baik dirumah, tempat kost Dani maupun di tempat kerja. kami melakukanya dengan sangat hati-hati dan rapi, sehingga suamiku tdk tau walaupun aq bersetubuh 4-5 kali dalam seminggu bersama Dani. Dan hubungan itu terus berlanjut sampai saat ini.


ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Friday, September 20, 2019

Kujilati dan Kuhisap Itielnya Sambil Sesekali Kugigit Pelan - LapetBecek

Kujilati dan Kuhisap Itielnya Sambil Sesekali Kugigit Pelan - LapetBecek


Sebelum membaca silahkan siapkan tisu terlebih dahulu, selamat menikmati, Matahari bersinar sangat terik hari ini aku ada kuliah, tetapi rasanya udara sangat panas, ruang kuliah yang biasanya sejuk menjadi terasa pengap.


“Wah enaknya selesai kuliah pergi ke Mall,” pikirku.
Setelah kuliah yang membosankan selesai, aku langsung berangkat ke Mall PondOk Indah,
“Seharian suntuk mendengarkan dosen berceloteh, tapi setelah berada disini, ahh.. rasanya segar sekali.”

Kunikmati berjalan-jalan di PIM dan tanpa terasa perutku sudah merasa lapar, aku berjalan menuju ke food court, setelah duduk dan memesan makanan, tiba-tiba mataku tertuju kepada 3 orang Tante yang berada diseberang mejaku.

“Sexy dan cantik juga,” pikirku.

Mataku tidak bisa lepas dari 3 Tante tersebut, terutama yang memakai baju ketat warna merah, kuperkirakan umurnya 35-38 th, tingginya kurang lebih 1.60, rambutnya dicat warna, dengan payudara yang besar serta pantat yang bulat ditunjang dengan tubuhnya sexy.

“Waduh jadi pusing kepala atas dan bawah, nih,” kataku.

Setelah selesai makan aku langsung menuju ke tOko buku karena takut tambah ‘pusing’, selesai membaca sebuah buku, aku ingin keluar dari tOko buku. Eh.. ternyata Tante-Tante yang tadi, mau masuk ke tOko buku juga, aku langsung mengurungkan niat untuk keluar dari tOko buku, kulihat Tante berbaju merah itu sedang mencari buku sedangkan teman-temannya sedang memilih buku tulis (mungkin untuk anak-anak mereka) kemudian kudekati Tante tersebut dengan sOk yakin.

“Halo Tante Mila apa khabar.”
Tante itu terkejut mendengar suaraku.
“Maaf ya, kayaknya kamu salah orang.”
Aku pura-pura terkejut, “Aduh maaf Tante, habis dari belakang persis kaya Tanteku sih.”
Kemudian Tante itu hanya tersenyum dan berkata,
“Tante atau Tante?”
Aku kemudian tersenyum dan langsung kualihkan pembicaraan,
“Lagi cari buku apa Tante? ee.. saya boleh tahu namanya enggakk?”
“Tante Dewi,” jawabnya.

Selanjutnya kami mulai berbincang-bincang, tetapi mataku tidak dapat lepas dari payudaranya yang sangat menantang, sampai tiba-tiba ada suara dibelakangku.

“Waduh, siapa nih?” ternyata teman-temannya Tante Dewi.
“Oo.. ini keponakanku, eh.. mau kemana kalian?”
Sambil tertawa mereka menjawab, “Kita enggak mau ganggu reuni keluarga ah, kamu pulang sendiri aja ya Dew”.

Tante Dewi hanya mengangguk saja tanda setuju, setelah teman-temannya pergi, Tante Dewi mengajakku ke sebuah restoran. Sambil menikmati minuman, Tante Dewi bercerita tentang dirinya, singkat cerita, Tante Dewi baru saja pulang dari kelas Aerobik bersama-sama temannya (pantas bodynya masih yahud) dan sekalian mampir mencari buku untuk anaknya, selain itu dia juga menceritakan kehidupan keluarganya.

Tante Dewi mempunyai suami yang berada di Kalimantan, sedang membuka usaha perkayuan sejak 3 tahun yang lalu dan hanya pulang setahun sekali karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sedangkan di rumah Tante Dewi hanya ditemani oleh 2 anak laki-lakinya yang berumur 3 dan 5 tahun serta seorang pembantu dan 1 babysister. Mengetahui hal itu aku langsung berpikir,
“Wah jarang ML dong Tante, kesempatan nih”.

Tiba-tiba Tante Dewi berkata, “Tante kayaknya enggak bisa lama-lama, harus pulang karena nanti sore ada arisan, jadi Tante mau siapin semuanya dari sekarang biar ada waktu untuk istirahat.”

“Baik Tante, ini nomor saya kalau Tante mau ketemu lagi sama saya.”
“Ok, ini nomor HP Tante, tapi jangan telepon dulu ya, biar Tante yang telepon kamu.”
Akhirnya kami berpisah dan Tante Dewi berjanji akan menelepon aku.

Seminggu telah berlalu dan selama itu aku sebetulnya sangat ingin meneleponnya tetapi karena sudah berjanji untuk tidak menghubunginya jadi aku hanya menunggu sambil berharap, sore harinya HPku berbunyi, kulihat nomornya.

“Ternyata Tante Dewi!” dan langsung kujawab,
“Halo Tante”
“Halo juga ini Andre?”
“Iya, ini Tante Dewi kan?”
“Iya, kamu ada acara nanti sore?”
“Enggak ada tante, mau ketemu?”
“Kita ketemu di Mc Donald Thamrin jam 5 sore, bisa enggak?”
“Ok Tante, kalau gitu aku siap-siap deh, sekarang sudah jam 4.”
“Ok Andre, sampai ketemu disana ya.”

Aku sempat bingung, kok kayaknya Tante Dewi terburu-buru dan tiba-tiba langsung mengajak ketemu.
“Ah, nanti juga tahu kalau sudah ketemu.”

Tepat jam 5, kami bertemu dan langsung mencari tempat duduk. Tante Dewi yang memulai pembicaraan, “Kamu bingung ya? Kok tiba-tiba sekali Tante ajak kamu ketemu, sebetulnya enggak ada apa-apa. Cuma ingin ngobrol aja sama kamu, abis teman-teman Tante sedang keluar kota.”

“Untung pada keluar kota, kalau tidak Andre enggak akan ditelepon sama Tante” jawabku.
“Iya enggak dong say, nomor kamu sempat hilang, jadi Tante cari-cari dulu untung ketemu, jadi Tante bisa langsung hubungi kamu.”
Kami mengobrol kurang lebih selama 1/2 jam dan Tante Dewi bicara,
“Ndre, cari tempat istirahat yuk.”

Aku nyaris enggak percaya mendengar kalimat yang indah itu, dan langsung aku mengangguk mengiyakan, Tante Dewi hanya tertawa kecil,
“Kamu kaya anak kecil deh,” kata Tante Dewi. Kemudian kami menuju tempat parkir dan pergi dengan mobilnya mencari tempat yang bisa disewa untuk beberapa jam.
Setelah memesan dan masuk kamar, Tante Dewi langsung membuka bajunya.
“Ndre, Tante mandi dulu ya, kalau kamu mau mandi, nyusul aja.”

Mendengar itu aku langsung secepat kilat membuka baju dan berlari ke kamar mandi, disana aku melihat pemandangan yang sangat indah. Tante Dewi sedang membasuh badannya di bawah shower dan terlihat jelas tubuhnya benar-benar terawat. Walau sudah mempunyai 2 anak tetapi tubuh Tante Dewi sangat terjaga, payudara dengan ukuran kurang lebih 36B masih terlihat kencang, pantat yang bulat dan berisi benar-benar membuat penisku langsung bangun dengan cepat.

Sambil menyabuni tubuhnya Tante Dewi melirik ke arah selangkanganku dan berkata, “Ndre, lumayan besar juga penis kamu.”
Sebetulnya ukuran penisku biasa saja hanya 12,5 cm tetapi mungkin karena ngaceng berat jadi terlihat besar.

“Jadi mandi enggak? Kok bengong aja? Sabunin punggung Tante dong..”
Aku langsung mendekat dan memeluk Tante Dewi, kuciumi lehernya sambil tanganku menggesekkan klitorisnya.
“Wah besar nih klitoris Tante dan lebat juga jembutnya” kataku dalam hati, dan ini membuat birahiku semakin tinggi dan semakin ganas. Kujilati leher dan punggung Tante Dewi
“Ndree.. Tante minta disabunin, kok malah diciumi tapi.. ahh.. terus sayang, Ndre isep tetek Tantee..”

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Aku langsung menuju ke teteknya dan dengan rakus kuhisap putingnya sambil lidahku menggelitik. Tante Dewi semakin menggelinjang dan dia menarik-menarik penisku dengan kuat, sempat kaget dan sakit, tetapi lama kelamaan terasa enak. Setelah puas menghisap payudaranya lalu aku pindah menjilati perutnya, pusarnya dan akhirnya tiba dibukit kecil yang lebat hutannya, mulai kujilati bukit itu dan kuhisap klitorisnya sambil sesekali kugigit pelan.

“Aah..! Gila kamu Ndre..! Diapakan Tante? Enakk.. sekali sayang,” sambil tangannya menjambak rambutku, Tante Dewi terus mendesah. Kuhisap terus klitoris itu, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang besar. Terus kulakukan ‘foreplay’ itu, sampai akhirnya aku berdiri dan kutarik tangannya untuk keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat tidur. Kulanjutkan mengisap klitorisnya dan kumasukkan jariku kedalam vaginanya.
“Aah.. yess.. Ndre terus say”
“Ughh.. yang kuat say, Tante rasanya mau keluar!”

Aku semakin semangat memainkan lidahku di klitorisnya dan tidak lama kemudian terdengar erangan yang panjang,
“Ahh.. Ndree..! Tante keluar..!”
Terasa di mulutku cairan yang terasa asin dan langsung kujilat sampai habis.
“Bagaimana Tante?”
“Thanks Andre kamu bisa buat Tante puas, rasanya sudah lama Tante tidak merasakan orgasme.”

Kemudian Tante Dewi berbaring dan aku peluk dengan erat, dia merebahkan kepalanya di dadaku, aku mencium keningnya dan dia membalas dengan menciumi bibirku. Lama kami berciuman dengan penuh gairah dan terasa birahinya mulai timbul kembali.
“Mana penismu say, Tante mau puasin kamu.”

Tanpa menunggu lagi kusodorkan ‘adikku’ yang dari tadi sudah lama menunggu untuk digarap, dengan tangan yang mungil, Tante Dewi mulai mengocok penisku dan dimasukkan ke mulutnya.
“Uh.. enak sekali Tante.”
“Nikmati ya say, ini baru mulai kokm” kata Tante Dewi.
Sambil mendesah manja, aku merasa ujung penisku dimainkan oleh lidahnya yang terus berputar dan sambil dihisap.
“Tante sudah.. nanti aku keluarr..!”

Tanpa memperdulikan kata-kataku dia terus memainkan penis dan bijiku sampai aku akhirnya tidak tahan dan..
“Tantee.. aku keluar!”
Tante Dewi melepaskan penisku dari mulutnya dan mengocoknya dengan kuat sambil mulutnya membuka
“Croot.. croott..!”

Keluarlah spermaku yang langsung mengenai muka dan masuk ke dalam mulut Tante Dewi yang langsung ditelan. Sambil membersihkan mukanya yang penuh dengan spermaku, mulutnya sesekali mengisap penisku yang mulai mengecil.

Kemudian kami beristirahat dalam keadaan bugil, 1/2 jam kemudian birahiku timbul kembali, kucumbui secara perlahan Tante Dewi yang masih tertidur, lama-lama terdengar desahan yang sangat menggairahkan,

“Mmhh.. uh.. Ndre kamu mau lagi?”
“Iya Tante, enggak pa-pa kan?” tanyaku
“it’s Ok honey, I’m ready to make love with u”,

Kami melakukan 69 style, Tante Dewi melepaskan kocokannya dan berdiri diatas selangkanganku. Lalu ia mulai jongkOk sambil mencari penisku untuk dimasukkan ke dalam lubang vaginanya yang telah basah, setelah posisi kami enak dan penisku telah didalam vaginanya dia mulai naik turun dan mendesah dengan hebat.
“Aah.. ahh.. Ndre enak sekali!”

Lalu kami berganti posisi menjadi ‘doggy style’, sambil maju mundur penisku di dalam vaginanya kumasukkan juga jempol tanganku kedalam lubang anusnya.
“Nghh.. Nddre.. terus masukin jarimu ke anus Tante say.”

Tidak lama kemudian kulepaskan penisku dan kucoba masukkan kedalam lubang anusnya, auw! sempit sekali pelan-pelan kutekan terus.
“Say.. terus masukin penismu..!”
Dan akhirnya masuk semua penisku dan kutarik lagi secara perlahan dan kumasukkan lagi dan terus menerus bergantian antara lubang anusnya dengan vaginanya sampai akhirnya.

“Tante, Andre mau keluar!”
“Keluarin dimulut Tante saja”

Kutarik penisku dan kumasukkan kedalam mulutnya sambil dihisap, tangannya memainkan bijiku dan
“Ahh! croot.. croot..”
Keluar semua spermaku ke dalam mulutnya dan dia terus mengisap penisku, ngilu rasanya tetapi nikmat sekali.

“Andre sayang, kamu enggak nyeselkan make love dengan Tante yang sudah tua ini?” tanya Tante Dewi.
“Ah tidak Tante, Andre malah bersyukur bisa bertemu dengan Tante karena andre mendapat pengalaman baru.”

Karena kelelahan kami akhirnya tertidur dan tidak lama kami pulang ke rumah masing-masing setelah sebelumnya membuat janji untuk bertemu kembali. Hingga saat ini, terkadang kami masih bertemu tetapi tidak selalu berhubungan intim karena waktu yang kurang tepat.




ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Thursday, September 19, 2019

Frengki Perlahan Mengelus Toket Melisa Berukuran 38B - LapetBecek

Frengki Perlahan Mengelus Toket Melisa Berukuran 38B - LapetBecek


Penghasilannya perbulan bisa mencapai ratusan juta rupiah, Namun yang diherankan dengan biaya hidup yang kecukupan, Frengki masih memilih untuk hidup sendiri dan belum ada rencana untuk berumah tangga. Bingung rasanya jika Frengki belum siap untuk menikah. Padahal apapun yang dia mau pasti akan terpenuhi.


Namun ternyata ada hal lain yang membuat Frengki masih bertahan sendiri hingga diusia 32 tahun. Ternyata Frengki suka memboking wanita untuk memuaskan nafsunya. Frengki sering sekali membayar wanita wanita cantic yang menengah ke atas untuk memenuhi hawa nafsunya.

Wanita wanita ini adalah model model cantik yang tariff dalam sekali cek in bisa mencapai ratusan juta bahkan bisa lebih. Begitulah gaya hidup Frengki.

Pada suatu hari, teman Frengki yang bernama Putra menawarinya seorang model cantik dan seksi bernama Melisa. Diperlihatkanlah foto Melisa saat fotoshot di hp Putra.

Baca Juga: Tante Tetangga Mandi

“Gimana bro… ada barang bagus nih.. kamu mau gak make dia?” kata Putra sambil menawarkan Melisa.

“Wuiiihhhh… gile nih cewek…. Payudaranya bulet banget…. Emang berapa bro??” jawab Frengki..
“Ini temen gue sich.. dia butuh duit buat beli mobil… minta 150 jt semalem… dijamin dech full service…..” Sambut Putra.

Karena kemolekan dan keseksian tubuh Melisa, akhirnya Frengki pun sepakat untuk membokingnya untuk memenuhi kepuasan nafsunya. Kemudian Frengki mentransfer uang 150 juta kepada Putra.

“Pokoknya hotel dan si doi kamu yang nyiapin ya????” kata Frengki.
“Nyantai ajeee bro… kamu kaya gak kenal gue… tinggal nerima bersih aja kamu.. yang penting puas…” Ujar Putra.

Akhirnya malampun tiba. Frengki mendapatkan telpon dari Putra sekitar jam 11 malam. Putra sudah memboking hotel dan Melisa juga sudah berada didalam kamar hotel tersebut.

Karena tak sabar ingin menikmati model seksi dan montok itu, Frengki segera bergegas menuju hotel dan tak lupa mampir ke swalayan untuk membeli kondom untuk savety.
Setelah menempuh perjalanan 20 menitan, akhirnya Frengki sampai di hotel tujuan dan langsung menuju kamar yang sudah di boking oleh Putra.

“Permisi….. siapa di dalam???””” Sambil mengetuk pintu Frengki berkata
“Iya bentar bang…” jawab suara wanita dari dalam kamar

Kemudian Melisa membuka pintu kamar dan terhenyak seketika itu, Frengki sangat terpesona dengan keindahan tubuh dan kecantikan Melisa. Dengan mengenakan lingerie menerawang dan tanpa menggunakan CD dan Bra.

Payudaranya menyembul dan putingnya menerawang. Jembutnya juga terlihat jelas dibalik lingerie tiisnya. Frengki langsung merasa horny dan ngaceng seketika. Penisnya tak dapat lagi menahan hasrat segera ingin menghajar vagina Melisa dan meremas remas payudara gedenya.

“Aku Frengki, temenya Putra….  Maaf lama…. Tadi perjalanan macet…” Kata Frengki
“Oh… gak papa kok bang… Melisa juga baru aja nyampe….” Sambut Melisa ..

“Kamu cantic dan seksi banget sayang….” Puji Frengki yang terpesona dengan kemolekan tubuh Melisa..
“Ayuuukkk abang… langsung main yukkk… biar Melisa manjain penis abang yang sudah bayar Melisa mahal….” Ajak Melisa.

Kemudian dengan lembut Melisa menciumi leher Frengki sambil melepas kaos yang dikenakan Frengki dan celana jeansnya. Melisa sambil berdiri menjilati dari leher hingga perut Ferngki. Frengki hanya bisa menikmati service dari Melisa.

“Aaaaaccchhh terus sayang… enak banget jilatan kamu….” Kata Frengki sambil perlahan mengelus elus payudara Melisa yang berukuran 38B

“Aaaaaaaahhh …. Ooohhhhh… abang teruuus abang…” Melisa mulai mendesah saat jari jari Frengki memainkan putting payudaranya

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Seketika itu, Melisa menarik dan menidurkan Frengki ke ranjang dan menindih Frengki kemudian Melisa meluncurkan ciuman binalnya. Frengki sangat merasakan kepuasan yang sangat dahsyat. Melisa terus menciumi bibir Frengki dan memainkan lidahnya sambil memeluk Frengki.

“Aaaaacchhhhh….. mmmuuuuaaacchhhh…” Kecupan Melisa sangat penuh nafsu. Penis Frengki pun langsung tegang dengan kencangnya. Melisa pun mengarahkan tangannya masuk kedalam CD Frengki dan langsung perlahan mengocok penis Frengki dengan sangat cepat. Frengki meremas remas dengan kencang payudara Melisa.

Tak sabar ingin melepaskan nafsunya, Frengki langsung melepas lingerie Melisa dan menjilati dan menggigit putting payudara Melisa. Melisa semakin binal dan tak terkendali.

Kemudian Melisa mengarahkan wajahnya ke depan penis Frengki dan melumat habis batang penis Frengki dan dikocoknya menggunakan mulut seksinya. Frengki merasa seperti melayang mendapatkan permainan mulut manja Melisa yang mengulum penisnya.

“Abang masukin yaaaa” Kata Melisa..
“Bentar sayang kita pakai kondom dulu ya????” jawab Frengki
“Oh … iya abang….” Jawab Melisa..

Frengki mengambil kondom dan memeberikan kepada Melisa untuk dipasangkan ke penisnya yang sudah tegang dengan kencangnya. Melisa pun langsung memasangkannya. Perlahan dia gesek gesekkan penisnya ke bibir vaginanya dan pelan pelan dimasukan penis gede Frengki ke dalam vaginanya.

“Aaaaaaccchhhh… eeehhhhmmm…essstttt….. masuk abang” Desah Melisa mengiringi batang penis Frengki yang sudah terbenam ke dalam vagina Melisa. Melisa pun menggoyang goyangkan pantatnya sambil memegang kedua tangan Frengki.

Frengki hanya bisa terpejam sambil mengikuti goyangan binal Melisa. Vagina Melisa semakin basah karena penis Frengki sangat membuatnya orgasme.

“Enaaakkk bangeettt penis abang… nusuk vagina Melisa sampai mentok… ooohhhhhh……” Desah Melisa.

Frengki terus meremas remas dan memelintir putting payudara Melisa dengan kuat. Melisa semakin binal dan ganas. Goyangannya semakin liar dan cepat. Berulang kali Melisa orgasme hingga cairannya membasahi jembutnya. Akhirnya melihat raut wajah Melisa yang penuh nafsu, Frengki pun tak kuasa membendung spermanya untuk menyembur.

“Sayang kelihatan capek… sini gentian aku yang diatas…” kata Frengki…
“Iya abang… abang diatas ya…” jawab Melisa..

Melisa pun langsung berposisi mengangkang dan Frengki langsung menusukan penisnya ke dalam vagina Melisa dan langsung menggenjotnya dengan cepat.

“Aaaaaaacccchhhh …. Oooohhhhh……… Aabang ampuuunnnn abang,,,,, “ Genjotan Frengki membuat Melisa tak berdaya lagi. Namun Desahannya membuat genjotan Frengki semakin gila. Melisa sampai tak terasa sudah berkali kali orgasme…

“Ampuuuuunnn abaaaaanngggg… aaaaaaaccchhhhh… Gak kuat bang…..” Ucap Melisa.

Kemudian semakin cepat Frengki menggenjot akhirnya sampai diujung klimak. Dengan cepat Frengki mencabut penisnya dari vagina Melisa, lalu melepas kondom yang dipakainya, Frengki mengocok penisnya di atas muka Melisa dan menyemburkan spermanya ke wajah Melisa.

“Aaaaaccchhhh nikmat sekali sayang….” Kata Frengki sambil menumpahkan spermanya..

Melisa hanya diam lemas tak berdaya. Tubuhnya penuh keringat dan wajahnya penuh dengan bercak sperma. Melisa merasa sangat puas sekali bermain sex dengan Frengki hingga tak kuat lagi mengangkat badannya. Frengki pun merasakan hal yang sama.

Baru kali ini memboking wanita dan merasakan service yang sangat istimewaa. Setelah kejadian itu, Melisa menjadi wanita langganan Frengki yang sering diboking untuk kepuasan nafsunya.




ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Wednesday, September 18, 2019

Kuemut Cukup Lama Sambil Tanganku Memainkan Itilnya - LapetBecek

Kuemut Cukup Lama Sambil Tanganku Memainkan Itilnya - LapetBecek


Pada awalnya aku tidak pernah menyangka akan ML untuk pertama kali pada bulan pertamaku tinggal di Bali, Waktu itu aku baru masuk kuliah dan dapat tempat kost di daerah Jimb. Lingkungan kostku juga cukup enak dan tenang, apalagi aku tinggal sendiri di kostku itu.


Cuma ada 4 kamar yang terisi pada saat itu. Satu keluarga muda, mungkin baru berumur 30-an, Seorang pria setengah baya, dan 2 wanita muda yang cantik dan seksi, umurnya sekitar 22-27 (mereka tinggal satu kamar) dan aku. Kebetulan mereka berdua tinggal di sebelah kamarku. 

Sebut saja mereka Evi dan Silvi. Evi yang lebih muda selalu ada di rumah sore hari, jadi aku sering mengobrol dengannya. Seminggu setelah aku tinggal di tempat kost itu barulah mulai petualangan seksku. Siang itu seperti biasa aku pulang kuliah dan tiba di tempat kostku.

Tidak sengaja aku melihat ke dalam kamar Evi, Evi sedang tidur siang. Mungkin karena udara di temat kostku cukup panas dia tidak menutup jendela dan hanya mengunakan kaos tipis dan celana pendek, dan saat itu kaosnya sedikit tersingkap dan terlihat payudaranya (Evi tidur tanpa menggunakan bra). Saat itu juga darahku terasa naik dan penisku mengeras. 

Jujur saja, aku belum pernah melihat pemandangan seindah itu. Tapi saat itu aku cuma bisa mengagumi dengan melihatnya saja. Setelah puas akupun masuk ke kamarku dan mengkhayal bila aku bisa meraba payudara dan paha mulusnya. 

Sekitar jam 3 sore aku keluar kamar, kulihat Evi sudah bangun dan sedang duduk di depan kamarnya dan memang seperti biasa kost tempatku itu sedang sepi. Masih dengan pakaian yang tadi, akupun keluar dan mengobrol dengan Evi dan sekali lagi aku cuma bisa memandangnya.

Kamar kost Evi isinya cukup lengkap, TV, VCD dan bahkan kulkas. Dengan dalih mau nonton TV aku ajak Evi untuk ngobrol di dalam saja. Walaupun ngobrol, mataku sekali-kali melirik ke badannya dan mangagumi tubuhnya. Penisku mengeras melihat itu dan akupun semakin gelisah. 

Melihat aku gelisah Evi tersenyum. “Kenapa Re?, Gak enak yah duduk dibawah?”, Tanya Evi sambil senyum. “Ah gak kok cuma kesemutan” jawabku sekenanya sambil melirik ke arahnya. “Panas ya udaranya. Lihat, bajuku aja sampe basah sama keringat”, katanya sambil menarik-narik bajunya. “Aku mandi dulu yah, kamu mau ikut gak mandi bareng aku?”, sambil tertawa dan menyubit pinggangku. “Bener nih”, tantangku. Evi cuma tertawa dan berlalu ke kamar mandi.

Kamar kost kami masing-masing ada kamar mandinya dan juga ada di belakangku. Entah kenapa tiba-tiba VCD-nya menyala sendiri (ternyata remotenya kedudukan olehku) dan ternyata ada film di VCD-nya, dan itu film porno. Aku tonton film itu dan tanpa sepengetahuanku ternyata Evi sudah selesai mandi dan telah berdiri di belakangku. 

“Hayo nonton BF ya”, katanya tiba-tiba membuatku kaget. Aku menoleh dan oh god, Evi cuma menggunakan handuk saja. Tingginya yang 165 cm berkulit putih hanya menggunakan handuk sebatas dada dengan payudaranya yabg sedikit terlihat dan bawahnya beberapa centi saja dari lekuk pantatnya yang bulat. “Eh sorry vi, gak sengaja. VCD nya nyala sendiri” kataku sambil mematikan VCD.

“Kok dimatiin, abis ini adegannya seru loh..?” katanya sambil duduk di sebelahku dan menyalakan VCD lagi. Penisku yang sudah sejak siang tadi sudah menegang jadi semakin tegang sekarang apalagi noton VCD itu ditemani seorang Evi yang cantik di sebelahku dengan hanya menggunakan handuk. 

“Tuh kan adegannya seru” katanya. Saat itu di VCD tampak sang bintang wanita sedang merintih karena vaginanya dijilati. “Kalo dijilat gitu rasanya enak gak?” tanyaku. Evi tersenyum saja menjawabnya, “Dah, liat dulu aja” Sekarang aku semakin gelisah dan penisku semakin menegang. Evi tampak menikmati film itu dan nafasnya pun semakin berat mungkin karena gairahya yang mulai timbul sama dengan gairahku yang sudah timbul sejak siang tadi. 

Pelan-pelan aku mencium aroma wangi dari tubuh Evi yang segar setelah ia mandi. Dan aku pun mencium lehernya. Evi pun melengos. “Kenapa Ren?, Kamu mau cium aku ya?” “Aku dah gak kuat Vi, boleh yah aku cium Vi?” “Kamu dah konak ya dari tadi”, katanya sambil meraba penisku dari luar.

Saat itu aku pakai celana pendek Hawaii. Aku diam saja dan terus mencium lehernya. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat payudaranya yang putih dan indah. Putingnya yang agak kecoklatan naik ketika kuraba lembut. 

Akupun segera melumat bibirnya sambil tanganku meraba payudaranya. Evi pun membalas ciumanku dengan hangatnya. “Hhh”, terdengar desisnya ketika mulutku meluncur turun dan mulai menciumi payudaranya yang kira-kira berukuran 36B. Tanganku pun makin sibuk melepas seluruh handuknya sehingga membuat jariku dapat dengan mudah menyelusup ke liang kewanitaannya. “Ssshhh terus Ren”, desisnya semakin menjadi ketika tanganku mengelus klitorisnya. Mulutku pun sibuk menciumi-kedua bukit kembarnya.

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

Tangan Evi yang semula di samping perlahan naik ke kepalaku dan meremas rambutku. Genggamannya makin kuat seiring gerakan tanganku di vaginanya yang sudah mulai basah. Pelan-pelan mulutku mulai turun menciumi perutnya dan akhirnya sampai di liang kewanitaannya. 

“Aaahhh Ren, enak Ren” Evi menggelinjang hebat ketika lidahku menyapu habis klitorisnya. Vaginanya yang sudah basah dengan lendirnya semakin basah oleh sapuan lidahku. Tangannya yang sudah bebas bergerak ke penisku dan mengocok penisku. “Enak Vi” erangku menerima kocokan di penisku. Penisku semakin tegang dan mulai basah. “Besar juga punyamu Ren” kata Evi di tengah racauannya.

Lidahku pun jadi semakin giat melumat habis klitorisnya. Dan akhirnya kulihat lubang kewanitaannya dan kumasukan lidahku ke dalamnya. “Ren, kamu nakal Ren” racaunya dan badannya pun menggeliat hebat, kocokannya pun pada penisku semakin cepat membuatku terengah-engah. Setelah 15 menit lidahku mengobok-obok vagina dan lubang kewanitaannya, tubuh Evi pun menegang disertai desahan kepuasannya. 

Evi orgasme dengan menjepit kepalaku di antara kedua paha putih mulusnya. Kocokan pada penisku pun melemah padahal aku sedang merasakan nikmatnya. Celanaku yang masih terpakai aku lepas dan kuarahkan batang kemaluanku ke mulut Evi. 

Evi pun menarik penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilati kepala penisku. Tubuhkupun direbahkannya sambil terus mengulum penisku. Makin lama kuluman Evi bertambah cepat membuatku merasakan nikmat yang belum kurasakannya sebelumnya. Sambil menikmati kuluman Evi, aku melihat ke arahnya.

Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagian besar wajahnya. Matanya sesekali terpejam dan melirik nakal ke arahku sambil mengulum penisku dengan cepatnya. Akupun mengubah posisiku dan kembali menciumi bagian kewanitaannya dan melumat habis kllitorisnya lagi. 

Evi pun mendesah dan makin cepat mengulum penisku sambil sesekali tangannya memainkan buah zakarku. Cukup lama juga posisi 69 itu kulakukan sebab kenikmatan sama-sama kami rasakan. Hingga akhirnya Evi mengalami orgasme yang kedua kalinya dengan desahan puas yang cukup panjang dan melepas kulumannya. “Ren, Masukin penismu dong Ren, jangan buat aku tersiksa” racau Evi di antara desahannya. Akupun mengatur posisiku.

Evi yang masih tidur telentang dengan kaki menekuk membuka pahanya sehingga aku dapat melihat vagina indahnya. Kuarahkan batang kemaluanku yang sudah membesar dan menegang ke lubang kewanitaannya. Pelan-pelan kumasukkan kepala penisku, kulihat Evi menggigit bibirnya ketika penisku masuk ke dalam vaginanya yang sempit. 

Akupun merasakan kenikmatan yang baru kali itu kurasakan ketika seluruh batang kemaluanku tertanam di lubang kemaluannya, terjepit dan seperti dipijat. Akupun mengerakkan pantatku maju mundur sambil kulihat Evi memejamkan mata dan mendesah. 

Tak lama Evi pun mengimbagi gerakanku dengan sesekali menggoyangkan pinggulnya. “Lebih cepat sedikit Ren, ahhh, enak sekali”. Akupun mempercepat gerakanku. Evi pun melenguh dan mendesah, dan pinggulnya pun makin cepat bergerak. “Terus Ren”, katanya.

Desahannya membuatku semakin bernafsu dan akupun mencium bibirnya, lehernya dan belakang telingnya. Desahan dan nafasnya semakin tak beraturan. “Terus Ren, aku sebentar lagi sampai”. Akupun mempercepat gerakanku dan tak lama Kaki Evi yang melingkar di pinggangku menguat begitu juga pelukannya. 

Evi telah orgasme lagi. Lenguhannya yang panjang membuatku semakin terangsang. Tetapi Evi mendorong tubuhku karena badannya cukup lelah. “Kamu masih belum keluar ya Ren? Tanya Evi. Dia pun menarik penisku sambil dan kembali mengulumnya. 

Kulumannya kali ini pun cukup lama sambil tanganku memainkan klitorisnya. Setelah agak lama, Evi pun mengatur posisinya dan memeragakan gaya woman on top. Dia duduk di atas perutku sambil menggoyangkan pinggulnya dan sesekali memutarnya. Akupun mencoba bangkit karena aku tak tahan melihat payudaranya yang putih.

Aku ingin sekali mencium dan melumat payudara putih dan kenyalnya. Kucium payudaranya dan perlahan naik ke lehernya dan belakang telinganya. Aku suka sekali mencium belakang telinganya karena Evi selalu mendesah hebat kalau dibegitukan. Seiring dengan desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat akupun merasa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. 

Desahan dan gerakannya makin cepat, akhirnya melemah diiringi desahannya yang panjang. Akupun mencapai puncak kenikmatanku saat itu. Sambil mendesah Evi pun membaringkan tubuhnya ke kasur dengan posisi penisku masih ada di dalamnya. 

Akupun perlahan mencabut batang kemaluaku yang telah basah oleh cairannya dan cairanku sendiri. Kucium lagi bibirnya sambil kuucapkan terima kasih padanya. “Makasih ya Vi, Ini pengalaman pertamaku, tapi aku puas dengan dirimu”. “Aku juga puas dengan kamu Ren. Kamu hebat Ren”. “Aku juga Vi”, kataku sambil mencium bibirnya lagi.

Aku pun berdiri dan mengenakan bajuku lagi. Evi pun memperhatikan penisku ketika aku mengenakan baju. Dia duduk dan kembali mengulum penisku. Tapi itu tidak berlangsung lama padahal penisku sudah siap dan tegang lagi. 

“Di simpan buat lain kali aja ya Ren”, katanya ketika nafasku mulai kembali tidak beraturan. Aku hanya tersenyum, “Masih ada lain kali ya Vi”. Evi hanya tertawa dan kembali ke kamar mandi. Ternyata ‘lain kali’ itu adalah keesokan harinya dan berlanjut terus setiap kali ada kesempatan.




ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia

ITUCAPSA Bandar Judi Kartu Poker Domino QQ / Kiu Kiu Capsa Susun Ceme Terbaik Indonesia